-->


Sekilas "The Siswanto Institute" "The Siswanto Institute" ini sebagai tempat kajian, curah rasa dan pemikiran, wahana urun rembug dan berbagi praktik baik. Memuat isue strategis aktual dan faktual, baik lingkup nasional, regional, maupun global. Berhubungan dengan dunia Pendidikan, Politik, Agama, Sains dan Teknologi, Pembelajaran, Bisnis-Kewirausahaan, Opini, Merdeka Belajar dan pernak-perniknya. Pembahasan dan informasi terutama dalam Pendidikan Vokasi-SMK dan contain lainnya. Selamat berbagi dan menikmati sajian kami. Menerima masukan, kritik, sumbangsih tulisan artikel dan pemikiran, semoga bermanfaat.

Basis Filosofi Riset Pendekatan Positivism dan Interpretative

- July 30, 2021
advertise here
advertise here


Basis Filosofi Riset Ilmu Sosial pada Pendekatan Positivism dan Interpretative

Positivisme adalah riset yang menjelaskan bagaimana variabel-variabel saling berinteraksi, membentuk suatu kejadian, dan menghasilkan sesuatu. Semuanya dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Sering penjelasn-penjelasan tersebut dikembangkan dan diuji dalam studi eksperimental. Diantara kontribusi penting dari tipe riset ini adalah analisis multivariate dan teknik-teknik peramalan statistik. Contoh judul penelitian kuantitatif : "Pengaruh Kecerdasan Emosional, Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pemalang".

Perspektif interpretivist/constructivist merupakan riset kualitatif, memandang dunia sebagai sesuatu yang dikonstruksi, ditafsirkan, dan dialami oleh orang dalam interaksinya dengan sesama serta dalam sistem sosial yang lebih luas. Menurut paradigma ini sifat dasar penelitian adalah penafsiran, sedangkan tujuannya adalah untuk memahami fenomena tertentu. Bukan untuk melakukan generalisasi dari populasi. 

Penelitian pada paradigma ini besifat alamiah karena diterapkan pada situasi dunia nyata. Contoh Peneltian Kualitatif : Pelaksanaan Gugus Kendali Mutu Terpadu di Divisi Produksi PT Perkasa Engineering Semarang
Desain penelitian Kualitatif. Bersifat fleksibel, subjektif dan tidak membuat generelisasi, bercirikan :
1. Subjek yang diteliti berkedudukan sama dengan peneliti, jadi tidak sebagai objek atau yang lebih rendah kedudukannya. 
2. Data dikumpulkan dalam kondisi yang asli atau alamiah (natural setting) 
3. Peneliti sebagai alat penelitian, peneliti sebagai alat utama pengumpul data.
4. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti sendiri melalui pengamatan dan wawancara 
5. Data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka. 
6. Dalam pengumpulan data, data dideskripsikan dan ditulis dalam laporan. 
7. Penelitian kualitatif lebih mengutamakan proses daripada hasil, dalam pengumpulan data, berbagai variabel yang saling mempengaruhi diperhatikan hasil dan akibatnya. 
8. Apa yang ada di balik tingkah laku manusia merupakan hal yang pokok bagi penelitian kualitatif.
9. Apa yang diucapkan dan dilakukan orang (subyek penelitian) dicari maknanya berdasar kerangka pemikiran dan perasaan dari subyek itu sendiri.
10. Mengutamakan data langsung atau "first hand". 
11. Peneliti dituntut untuk melakukan sendiri kegiatan penelitian di lapangan.
11. Menggunakan metode triangulasi secara ekstensif, baik tringulasi metode maupun triangulasi sumber data, untuk menghilangkan subjektivitas.
12. Data dikumpulkan dari berbagai sumber dan menggunakan berbagai metode, untuk meningkatkan objektivitas.
13. Mementingkan rincian kontekstual. Peneliti mengumpulkan dan mencatat data yang sangat rinci mengenai hal-hal yang dianggap bertalian dengan masalah yang diteliti. 
14. Mengutamakan perspektif emik, artinya mementingkan pandangan subyek penelitian, yaitu bagaimana subjek memandang dan menafsirkan dunia dari sisi pendiriannya sendiri. 
15. Verifikasi. Menguji kebenaran data, misalnya melalui pengamatan terhadap kasus yang bertentangan atau negatif. 
16. Jika menggunakan sampel, pengambilan sampel dilakukan secara purposif. Sampelnya sedikit dan dipilih berdasar tujuan penelitian.
17. Menggunakan "Audit trail". Mengecek kebenaran data dengan melacak (mengikuti jejak) pengambilan data, peneliti harus mencantumkan metode pengumpulan dan analisis data, agar bisa dilacak. Misalnya menggunakan metode dokumenter (data yang ada di dalam arsip, foto, rekaman audio, rekaman video).
18. Mengadakan analisis sejak awal penelitian. Data yang diperoleh langsung dianalisis, dilanjutkan dengan pencarian data lagi dan dianalisis, demikian seterusnya sampai dianggap mencapai hasil yang memadai.
19. Teori bersifat dari dasar (grounded theory). Dengan data yang diperoleh dari penelitian di lapangan dapat dirumuskan kesimpulan yang menjadi teori substantif

Advertisement advertise here

Promo Buku

Promo Buku
Bunga Rampai Pemikiran Pendidikan

Supervisi Pendidikan

Pengembangan Kebijakan Pendidikan

Logo TSI

Logo TSI
Logo The Siswanto Institue
 

Start typing and press Enter to search