Saturday, April 25, 2020

Catatan Tarawih Hari Ketiga. "Membimbing Puasa Anak dengan Kesabaran"


Catatan Tarawih Hari Ketiga. "Membimbing Puasa Anak dengan Kesabaran"

Sabtu, 25 April 2020. Malam Minggu. Setelah dua hari puasa, alhamdulilah kini memasuki hari ketiga.

Hari pertama puasa alhamdulilah relatif lancar, tidak ada masalah berarti. "Anak-anak sedari dini sudah diajari puasa ramadhan". Ini harus dipertahankan.

Masih kerja dari rumah. "Stay at and Work Form Home". Tak ada halangan. Puasa tetap lancar.

Yang membikin hati gembira adalah ucapan si kecil Azam," aku mau minum dan makan umi". Tapi kok aku lagi puasa. Kontan uminya tertawa. Eh kamu itu lagi puasa. Sabar dulu ya mas.. sahut Umi, menjelaskan.

Ucapan anak yang masih TK kedengaran masih sangat polos dan lugu. Namun dibalik ucapan yang baru kali ini terdengar itu, menunjukan ada kemajuan dalam hal tanggung jawab.

"Aku mau menulis Nama saya Muhammad Al Fatih Sutan Andonesy, rajin belajar dan suka mengaji Setiap hari saya selalu belajar tidak ada waktu tanpa belajar gitu mau ku seperti itu"

"Mas Fatih lagi apa, di panggil abi. Aku lagi belajar menulis kayak abi..pakai mulut di colornote". Jawab anak saya ke dua.

Oh ya rupanya disaat seperti ini semua belajar dirumah. Anak secara tidak langsung mengamati tingkah laku kita. Tak masalah, tinggal kita mengarahkan saja. Mereka kecenderungan akan meniru apa yang kita lakukannya.

Berbicara puasanya anak, apalagi  yang belum baligh, memang sekedar disarankan saja sifatnya. Hanya untuk latihan, pembelajaran, sehingga terbiasa tida kaget dalam membiasakan amalan agama.

Sebagaimana para sahabat Nabi dahulu juga berpuasa ketika masih kecil.

Para ulama juga mengatakan bahwa wajib bagi para wali mereka untuk memerintahkan anak-anaknya berpuasa sejak kecil. Ini dalam rangka melatih mereka dan membuat ikatan antara mereka dengan puasa.

Dan juga menerapkan landasan keislaman yang kuat dan kokoh pada diri mereka sehingga perlahan menjadi suatu hal yang biasa bagi mereka.

Namun jika puasa itu berat bagi mereka atau membahayakan diri mereka maka jangan dipaksakan.

Masih ada sebagian orang tua yang melarang anak-anak mereka berpuasa padahal para sahabat radhiallahu’anhum melakukannya di masa kecil.

Para ayah dan ibu tersebut beralasan bahwa mereka melakukannya karena kasihan kepada anak-anaknya.

Justru yang benar, sikap sayang yang hakiki kepada anak adalah dengan memerintahkan mereka menjalankan syariat Islam.

Membiasakan mereka amalan agama, serta membuat ikatan hati antara mereka dengan Islam.

Yang demikian ini tidak ragu lagi merupakan pendidikan yang baik dan pengasuhan yang sempurna.

Dalam sebuah hadits shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:
إن الرجل راع في أهل بيته ومسؤول عن رعيته
“Seorang lelaki adalah pemimpin di rumahnya dan ia akan dimintai pertanggung-jawaban terhadap yang ia pimpin“.

Maka hendaknya orang-orang yang diberi amanah berupa anak dan istri mereka bertaqwa kepada Allah Ta’ala dalam menjaga mereka, dan hendaknya mereka diperintahkan untuk menjalankan apa-apa yang diperintahkan syariat Islam.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin ditanya: “apa hukum puasanya anak-anak?”
Beliau menjawab, puasanya anak-anak sebagaimana sudah kami jelaskan hukumnya tidak wajib, namun hukumnya sunnah.

Jika mereka puasa maka mereka mendapat pahala. Namun mereka tidak berdosa jika tidak berpuasa. Namun hendaknya para wali mereka memerintahkan mereka agar terbiasa dengan puasa.

Bagaimana pengalaman puasa anda silahkan dibagikan. Berbagi itu sehat dan membuat banyak rezeki. Aamiin..

Oke selamat menjalankan ibadah puasa semoga ibadah kita diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala Aamiin..







Friday, April 24, 2020

"Hindari Minum Es" Saat Buka Puasa, Catatan Tarawih Hari Kedua




"Hindari Minum Es" Saat Buka Puasa, Catatan Tarawih di Hari Kedua


Jumat, 24 April 2020. Malam Sabtu.. suasana masih cerah..secerah hatimu dan hatiku guys.., ciele..kata anak muda..hus..
Hari pertama puasa alhamdulilah relatif lancar, tidak ada masalah berarti. Anak-anak sedari dini sudah diajari puasa ramadhan.

Saat bulan puasa sudah biasa ikut puasa. Yang besar kelas enam SD, putri sudah baligh..sudah tiga kali Ramadhan ini semangat puasanya lancar sesuai ketentuan.

Anak kedua kelas dua SD. Sudah dua kali Ramadhan ini juga lancar puasanya.

Hanya si bungsu yang masih TK, baru puasa gendang. Puasa duhur. Artinya sudah Ikut sahur. Tapi duhur makan, dilanjut puasa lagi dan sampai buka puasa bersama.

Hari pertama puasa kami tetap belajar dan bekerja dari rumah. Memantau pekerjaan bersama tim dan teman-teman yang sedang mempersiapkan besok vicon rapat pleno kelulusan.

Yah memang pekerjaan dimasa pandemi. Covid-19 ini jadi lebih banyak. Bukan karena "libur". Ini memang benar-benar kerja dari rumah. "Stay at and Work Form Home"

Dengan anak-anak tetap dirumah seharian. Belajar dan bekerja. Ada rasa jenuh dan bosan juga. Namun banyak manfaat. Lebih dekat dan bisa mendampingi belajar anak-anak.

Tepat pukul 17.38. Adalah masuk maghrib di daerahku. Artinya buka puasa sudah bisa dimulai.

Istri menyiapkan menu buka puasa hari pertama hemmm..rasanya sudah gak tahan..gak karuan guys dihari pertama puasa. Ingin segera menyantapnya..ujar anaku Sahda yang pertama.

Kalau Fatih yang kedua, tergolong kuat "kalau gak makan". Sekalipun sudah masuk buka. Tak keburu ambil makan dan minum. Sekedar "buarke" puasa saja susahnya minta ampun.

Dari menu makan, sayur lodeh, mangut kesukaanku, tak lupa gorengan tempe "mendoan" yang tak pernah ketinggalan.
Anak-anaku biasanya sukanya cepluk atau dadar telur dikasih kecap dan Sayur sop.

Segelas teh hangat manis, air putih mineral. Tak lupa pula kolak waluh  dan kolang-kaling khas menu buka puasa bersama.

Model buka puasa ada macam-macam.  Ada yang diawali cemilan,  minum teh dulu. Teh plus kolak, dan tempe tahu dulu. Ada yang langsung tancap gas..makan besar nasi langsung.

Saya termasuk model yang terakhir ini hehe..

Jangan banyak banyak ya nak..karena pertempuran masih panjang. Ada shalat tarawih.

Kalau kebanyakan jadi males nanti. "Ujar istri mengingatkan anak-anak".

Nah benar to karena makanya kebanyakan. Apalagi minum es jadi sungkan dan males untuk tarawih.

Tarawih kedua terpaksa kami sekeluarga dirumah. Selain masih mengikuti anjuran pemerintah. Juga kesepakatan kami tawarkan kepada anak dan istri.

"Ayo gimana anak-anak, kita mau tarawih diluar apa dirumah". Sontak Sahda yang tadi kebanyakan makan menjawab dirumah. Disusul uminya anak-anak yang merasa kecapekan menyiapkan masakan. 

Sekalipun ada pembantu. Ini efek buka puasa pakai minum es ini.

Makanya kepada teman-teman..emang sih rasanya segar. Bagaikan minum telaga alkautsar. Saya sendiri belum pernah hehe..disaat suasana panas, buka puasa pertama, dan seterusnya rasanya akan nikmat segar jika dengan minum es..

Namun ini sementara guys. Efek selanjutnya badan pegel, capek dan berakibat jadi malas. Untuk shalat tepat waktu. Apalagi pergi ke mushola.

Mendingan kita saat berbuka puasa diimbangi dengan minum air hangat saja.
Segelas air teh hangat, atau susu hangat pokoknya hindari air es deh guys. Kalau mau tetap fit dan prima.

Semoga teman-teman tetap fit dan prima. Bisa menjalankan semua rukun ibadah di bulan Ramadhan,  baik sunah, dan wanjibnya.

Oke selamat menjalankan ibadah puasa semoga ibadah kita diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala Aamiin..


Pengumuman Kelulusan SMK, Jadinya Tanggal 2 Mei 2020

Pengumuman Kelulusan SMK, Jadinya Tanggal 2 Mei 2020



Teman-teman Berikut Surat Edaran Sekjen Kemendikbud No 5 Tahun 2020. Tentang Juknis Pengisian Blanko Ijazah Tahun 2019/2020. Mau tahu?

Sempat kebingungan dengan adanya surat edaran ini. Karena berbeda tanggal pelaksanaan pengumuman kelulusan dengan yang sudah beredar dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah (Disdikbud).

Sebelumnya turun surat edaran dari Disdikbud Nomor : 443.2/09004, tertanggal 13 April 2020. Tentang Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) daring/online dan kelulusan siswa SMK.


Diedaran Disdikbud tersebut, tanggal Penulisan Nilai Raport 30 April 2020. Dan tanggal pengumuman kelulusan 4 Mei 2020.
 
Info dari Dinas biasanya difahami pula untuk penulisan tanggal nilai raport yaitu tanggal 30 April 2020. Untuk tanggal mutasi raport di tanggal 4 Mei 2020.

Adapun pada surat edaran dari Sekjen Kemendikbud Nomor : 5 Tahun 2020, tertulis pengumuman kelulusan tanggal 2 Mei 2020. Disertai contoh Ijazah yang sudah tertulis disitu. Bahwa tanggal kelulusan di ijazah, tanggal 2 Mei 2020.

Maka bisa dipahami, penulisan tanggal raport 30 April 2020, dan tanggal mutasi raport tanggal 2 Mei 2020.

Ini yang sempat menimbulkan kebingungan diantara teman wakakur SMK. Kontan saja saya menghubungi bapak Hariwul selaku Kabid PSMK Dinas Propinsi Jawa Tengah.

Untungnya lembar terakhir raport (lembar mutasi) belum ditulis, dan sengaja belum dicetak. Bisa berabeh nih kalau sudah dicetak. Ratusan lembar gak konggo alis percuma.
 
Setelah turun edaran ralat dari Dinas, Nomor : 443.2/09007 tertanggal 24 April 2020. Membenarkan bahwa pengumuman kelulusan SMA/SMK tanggal 2 Mei 2020, SMP, 5 Juni 2020, dan SD tanggal 15 Juni 2020. dengan Daring/online. 
 
Namun masih ada pertanyaan. Di contoh format surat keterangan lulus, yang disertakan dalam surat edaran dinas diatas, tertulis tanggal 1 Mei 2020.

Disitu dalam format jelas tertulis seperti dalam contoh : "Yang bersangkutan dinyatakan LULUS berdasarkan hasil Keputusan Rapat Pleno  Kelulusan  Dewan  Guru  SMK  Negeri...pada  hari  Jumat tanggal 1 Mei 2020, dengan nilai sebagai berikut".
 
Padahal rapat pleno kelulusan tanggal 30 April 2020. Dan tidak ada pemberitahuan diralat.
Mempedomani Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Sekjen Kemendikbud) RI Nomor 5 Tahun 2020 sebagaimana tersebut di atas. Dan surat edaran Disdikbud diatas, maka hal-hal yang terkait dengan kelulusan diatur sebagai berikut:
 
Pengumuman dilakukan dengan Daring/Online mulai pukul 17.00. Selama pelaksanaan pengumuman kelulusan siswa wajib menjaga kondusifitas ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Dan mengikuti protokal selama masa pandemi Covid-19.
 
Siswa dilarang melakukan hal-hal sebagai berikut:
  1. Merayakan kelulusan secara berlebihan, dengan melanggar peraturan dan ketertiban.
  2. Melakukan konvoi dijalanan dengan menggunakan sepeda motor.
  3. Melakukan corat-coret seragam, lebih baik seragam disumbangkan kepada orag lain yang membutuhkan
  4. Orang tua memastikan anaknya untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah
Diingatkan pada surat edaran tersebut, penyelenggaraan  KBM  Daring/Online  dari yang semula belajar mengajar secara mandiri di rumah masing-masing siswa sampai dengan tanggal 30 April 2020.
 
Mempertimbangkan kondisi darurat pandemi Covid-19 hingga saat ini belum mereda, maka guna pencegahan serta upaya memutus rantai penularan dan penyebarannya.
Kebijakan KBM secara mandiri di rumah, kembali diperpanjang sampai dengan tanggal 16 Mei 2020.
Selanjutnya akan dilakukan evaluasi sesuai perkembangan status kedaruratan yang diakibatkan oleh penyebaran Covid-19, dan selanjutnya akan diberitahukan kemudian.
 
KBM Daring/Online selama bulan Ramadhan 1441 agar difokuskan pada upaya peningkatan keimanan, penguatan pendidikan karakter, dan secara terus menerus mendorong peserta didik untuk taat terhadap kebijakan pemerintah terkait dengan pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19.
 
Juknis penulisan Ijazah dari SD-SMA/SMK

Surat edaran Sekjen Kemendikbud No 5 tahun 2020. Tertanggal 21 April 2020. Tentang Juknis penulisan ijazah dari SD-SMA/SMK. Berikut ya guys saya sertakan..

Peraturan Sekjen Kemendikbud No 5 tahun 2020 tertanggal 21 april 2020. Tentang perubahan atas peraturan sekjen kemendikbud no 2 tahun 2020 tentang spesifikasi teknis, bentuk dan tata cara pengisian blangsko ijazah pendikan dasar dan menengah tahu pelajaran 2019/2020. Bisa di download

Semoga bermanfaat. Berbagi itu indah dan membantu sesama..sip..selamat berpuasa..mohon maaf lahir batin..ya guys..

"Abai Masker" Catatan Tarawih di Hari Pertama,




"Abai Masker" Catatan Tarawih di Hari Pertama, 

Kamis, 23 April 2020. malam jumat.. suasana cerah, seperti biasa sebelum memasuki bulan puasa mandi besar niat puasa sebulan penuh.

Anak-anak kelihatan ceria menyambut ramadhan, ditengah lock down pandemi covid-19. Setelah sekian lama sebulan lebih belajar dirumah (work and stay at home).

Tepat pukul 19.00 kami menuju mushala sebelah rumah yang jaraknya hanya selemparan batu.

Kami sarankan kepada istri dan anak-anak untuk mengenakan masker.

Namun kami cukup kaget. terkesan biasa. seperti tidak ada apa-masyarakat seolah tak mau tahu. banyak bergerombol. duduk dan shaf tidak diatur. apalagi memakai masker. mereka masih "abai masker". mungkin karena kurangnya informasi dengan kata lain butuh edukasi, dan aturan larangan tegas dari aparat.

Memang kalau di desa tidak gegap gempita seperti di kota. Semarak Ramadhan kelihatan tak seperti hari biasanya. Tidak ada tadarus seperti tahun lalu. keras-keras. habis shalat tidak ada salaman. Langsung bubar.

Ditengah pandemi  covid-19 ini masih terasa orang menjaga jarak. Tidak dengan di des, jamaah mushala sebelah rumah. Kelihatan cuek. Masa bodoh. Kelihatan hanya kami sekeluarga yang memakai masker.

Padahal himbauan pemerintah protokol kesehatan tetap diterapkan jika mau melaksanakan tarawih berjamaah. Boleh bagi daerah hijau melakukan tarawih berjamaah dengan catatan mematuhi anjuran pemerintah.

"Tetap Fit dan Lancar" Catatan Puasa Hari Pertama




"Tetap Fit dan Lancar" Catatan Puasa Hari Pertama Puasa

Jumat, 24 April 2020. Adalah puasa hari pertama bulan Ramadhan 1441 H.

Dua ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah. Keduanya sepakat mengawali puasa di bulan Ramadhan 1441 Hijriyah di hari dan tanggal yang sama.

Entah kenapa karena suasana, di tengah pandemi Covid-19. Kelihatan warga tidak seantusias hari biasa disaat bulan puasa pada umumnya.

Memang anjuran pemerintah kepada warga masyarakat. Untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Apabila akan melaksanakan salat tarawih berjamaah di masjid atau mushala.

Menjaga jarak kurang lebih satu setengah meter, menyediakan air cuci tangan beserta sabun dan atau hand sanitizer. Dan mengenakan masker.

Puasa di hari pertama alhamdulillah lancar tidak ada aral melintang halangan dan gangguan cuaca cerah. "Tetap fit dan lancar" Tetap fokus bekerja menyelesaikan tugas-tugas dari rumah.

Sudah beberapa hari ini bekerja dari rumah (work form and stay at home). Namun banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan.  Diantaranya menyiapkan kelulusan siswa kelas XII. dan Penilaian Akhir Tahun.

Dari membuat syarat kelulusan. Jadwal pelaksanaan hari kelulusan. Surat edaran pengumuman kelulusan. Yang mana kelulusan dengan pengumuman menggunakan daring atau online

Wednesday, April 22, 2020

Marhaban Yaa Ramadhan



Marhaban Yaa Ramadhan 

Marhaban yaa Ramadhan 1441 H, Bulan penuh berkah dan ampunan.

Alhamdulillah nikmat Allah..
Masih dipertemukan lagi bulan Ramadhan. Ya Allah...tak terasa hari begitu cepat berlalu..

Bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah..bulan perjuangan.. didalamnya ada malam lailatur qadar, bulan diturunkannya Alquran, semua amal dilipatgandakan, dikabulkannya semua doa, pintu kebaikan dibuka, setan dibelenggu, semua dosa akan diampuni, sedekah dan amalan baik lainnya akan dilipatgandakan...

Mari bersama kita siapkan diri, bersihkan hati, Jernihkan Pikiran dan sucikan perbuatan.

Semoga datanganya bulan Ramadhan ini. Momen tepat hilang dan sirnanya Corona. Enyah dan meranalah kau pergi kesana..



ﻣَﻦْ ﻓَﺮِﺡَ ﺑِﺪُﺧُﻮﻝِ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺟَﺴَﺪَﻩُ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﻨِّﻴْﺮَﺍﻥِ

"Barang siapa yang bergembira atas datangnya bulan Ramadhan, Allah telah mengharamkan jasadnya disentuh api neraka".

Kami sekeluarga mengucapkan..
Marhaban yaa Ramadhan, selamat datang dan selamat untuk menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1441 H.
Taqobbalallahu minna waminkum. Inna waminkum Taqobal Yaa Karim..
Mohon Maaf Lahir Batin..

Kertomulyo, 22 April 2020


Tuesday, April 21, 2020

Membangun Birokrasi Pelayanan Pendidikan, Suatu Pendekatan Layanan Prima Berbasis IT




Membangun Birokrasi Pelayanan Pendidikan
Suatu Pendekatan Layanan Prima Berbasis IT

edy siswanto


Pendahuluan
Struktur organisasi dan sistem manajemen pemerintahan telah mengalami perubahan, masalah yang ditemui adalah sentralisasi yang berlebihan, ketidakluwesan, komunikasi informasi yang tidak akurat serta tidak efisien.  Melalui Pemerintah Daerah diharapkan pemerintah mampu memainkan peranan dalam membuka peluang memajukan daerah dengan melakukan identifikasi potensi sumber-sumber pendapatannya dan mampu menetapkan belanja daerah secara ekonomis yang wajar, efisien dan efektif. Dalam hal ini termasuk didalamnya kemampuan perangkat daerah dalam meningkatkan kinerjanya, mempertanggungjawabkannya kepada pemerintah atasanya maupun masyarakat.

Hal ini sejalan dengan meningkatnya ilmu pengetahuan masyarakat saat ini, disamping adanya pengaruh globalisasi, informasi dan komunikasi yang semakin canggih. Untuk itu aparatur pemerintah harus dapat mengimbangi tuntutan masyarakat, dengan memantapkan kepribadian dan semangat pengabdian dalam menunjukan kinerjanya.

Dalam mewujudkan hal tersebut, kita memerlukan aparatur yang profesional, memiliki kualitas dan integritas kepribadian yang mengacu pada moralitas yang luhur. Aparatur yang profesional berarti tingkat keahlian dan keterampilannya cukup memadai, yaitu memiliki etos kerja dan disiplin kerja yang tinggi, sehingga pada akhirnya bermuara pada peningkatan kinerja pegawai yang optimal dan mampu memenuhi harapan dan keinginan masyarakat, yaitu terciptanya pemerintahan yang baik, bersih, jujur dan berwibawa atau good govemance dan clean govemment.
Demikian juga disetiap daerah, Peraturan Daerah (Perda), Satuan Organisasi Tata Kerja (SOTK), senantiasa dinamis mengikuti perkembangan zaman. Nomenklatur Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) senantiasa berubah sesuai tuntutan keadaan. Apabila tidak dimbangi dengan kesiapan, perubahan demi perubahan tentunya akan menimbulkan permasalahan baik dari dalam tubuh organisasi itu sendiri maupun pada lingkungan kerja organisasi.

Sebuah perubahan akan membawa dampak dimana seseorang memerlukan adaptasi dan konsolidasi yang cukup memakan waktu, sebagai contoh misalnya adaptasi dengan teman kerja dan adaptasi terhadap pimpinan organisasinya. Dengan perubahan-perubahan seperti itulah maka akan membawa dampak yang negatif bagi seorang pegawai, sehingga seorang pegawai cenderung akan melemah dalam melakukan pekerjaannya, menurunnya motivasi dan cenderung tidak merasa puas, sehingga hal ini sangat berpengaruh dalam kinerja pegawai.

Banyak para pejabat khusunya birokrasi yang menangai pendidikan saling was-was apakah bakal menempati jabatan strategis atau tidak dan siapa yang akan terlempar jelas semua itu akan berimplikasi dikalangan pegawai yang pada gilirannya bisa berdampak pada kurang optimalnya kinerja pegawai. kinerjanya dapat berpengaruh terhadap berhasil dan tidaknya urusan pemerintah dan masyarakat, sehingga berakibat meningkatnya kualitas dan kuantitas serta kompleksitas permasalahan. Hal inilah yang akan menjadikan motivasi pegawai turun, persaingan antar pejabat yang kurang baik juga hubungan efektif yang seharusnya terbina antar institusi/kelembagaan menjadi kurang baik, karena adanya ego masing-masing lembaga/institusi. Juga karena faktor kejenuhan bisa disebabkan karena : rutinitas pekerjaan (karena tidak ada rotasi pegawai), lingkungan kerja yang membosankan. Sistem kepemimpinan yang kurang terbuka dan tidak adil, kurang adanya penghargaan dari pimpinan, tidak adanya peningkatan karir. Kurangnya kesejahteraan bagi pegawai

Permasalahan mengenai kinerja adalah permasalahan yang akan selalu dihadapi oleh pihak-pihak manajemen organisasi, karena itu manajemen perlu mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja pegawai. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai akan membuat manajemen organisasi dapat mengambil berbagai kebijakan yang diperlukan sehingga dapat meningkatkan kinerja pegawai agar sesuai dengan harapan organisasi.

Kinerja merupakan fungsi interaksi antara kemampuan atau ability (A), motivasi atau motivation (M) dan kesempatan atau opportunity (O), yaitu kinerja = f (A x M x O), artinya kinerja merupakan fungsi dari kemampuan, motivasi dan kesempatan (Robins, 1996). Dengan demikian kinerja ditentukan oleh faktor-faktor kemampuan, motivasi dan kesempatan.

Menurut Donelly dalam Rivai (2005), kinerja pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor kemampuan, keinginan dan lingkungan. Permasalahan kinerja pegawai dibatasi pada kerajinan dalam melaksanakan tugas, ketercapaian dalam menjalankan tugas, keakuratan dalam melaksanakan tugas, loyalitas dalam mengemban tugas, penuh inisiatif dan kemampuan dalam bekerjasama antar pegawai.
Kinerja merupakan kondisi yang harus diketahui dan diinformasikan kepada pihak-pihak tertentu untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil suatu instansi dihubungkan dengan visi yang diemban suatu organisasi serta mengetahui dampak negatif suatu kebijakan operasional yang diambil. Dengan adanya informasi mengenai kinerja suatu instansi pemerintah, akan dapat diambil tindakan yang diperlukan seperti koreksi atas kebijakan, meluruskan kegiatan-kegiatan uatama, dan tugas pokok instansi, bahan untuk perencanaan, menentukan tingkat keberhasilan instansi untuk memutuskan suatu tindakan, dan lain-lain (BPKP, 2000).

Tim Studi Pengembangan Sistem Akutabilitas Kinerja Instansi pemerintah, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (2000) mengemukakan pengertian Kinerja sebagai gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam perumusan perencanaan startegis (strategic planing) suatu organisasi.

Kinerja menurut Rivai (2005), adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu didalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentutkan lebih dahulu dan telah disepakati bersama. Jika dilihat dari asal katanya, kata kinerja adalah terjemahan dari performance. Berasal dari kata “to perform” dengan beberapa entries yaitu (1). Melakukan, menjalankan, melaksanakan, (2). Memenuhi atau melaksanakan kewajiban atau niat atau nazar. (3). Melaksanakan atau menyempurnakan tanggung jawab dan (4). Melakukan sesuatu yang diaharapkan oleh seseorang atau mesin.

Dari beberapa definisi tersebut, maka secara umum dapat dikatakan bahwa kinerja merupakan prestasi yang dapat dicapai oleh organisasi atau pegawai dalam periode tertentu, yaitu prestasi berkaitan efektivitas operasional organisasi, baik dari segi efesiensi keuangan maupun manajemen.

Kinerja sebagai fungsi interaksi antara kemampuan atau ability (A), motivasi atau motivation (M) dan kesempatan atau opportunity (O), yaitu kinerja = f (A x M x O). Artinya kinerja merupakan fungsi dari kemampuan, motivasi, dan  kesempatan, (Robbin, 1996). Dengan demikian kinerja ditentukan oleh faktor-faktor kemampuan, motivasi dan kesempatan. Kesempatan kinerja adalah tingkat-tingkat kinerja yang tinggi yang sebagian merupakan fungsi dari tiadanya rintangan-rintangan yang mengendalikan karyawan. Meskipun individu bersedia dan mampu, bisa menjadi penghambat, sebagaimana ditunjukkan pada gambar 2.1.


Gb 1

 

Donelly (Rivai ; 2005), menyatakan bahwa kinerja individu dipengaruhi oleh faktor-faktor yaitu harapan mengenai imbalan, dorongan, persepsi kepada tugas, imbalan internal dan eksternal, persepsi terhadap tingkat imbalan dan kepuasan kerja. Dengan demikian kinerja pada dasarnya ditentukan oleh tiga hal, yaitu kemampuan, keinginan dan  lingkungan. Oleh karena itu agar mempunyai kinerja yang baik, seseorang harus mempunyai keinginan yang tinggi untuk mengerjakan serta mempengaruhi pekerjaannya. Tanpa ketiga faktor ini  kinerja yang baik tidak akan tercapai. Dengan demikian, kinerja individu dapat ditingkatkan apabila ada kesesuaian antara pekerjaan dan kemampuan.

Seorang pegawai tidak akan mampu bekerja dengan baik jika tidak memiliki kemampuan untuk mengerjakan pekerjaan. Meskipun pekerjaan tersebut dapat selesai dikerjakan namun tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Oleh karena itu dalam peningkatan kinerja seorang karyawan, kemampuan bidang tugas pekerja yang bersangkutan sangat penting.

Mursi (1998), dalam pandangan islam, menyerahkan urusan kepada orang yang tidak menguasai, maka tunggulah kehancurannya.

II. Kecerdasan Emosial dan Peningkatan Kinerja

Dalam kehidupan ini kita sering beranggapan bahwa yang sangat penting dan menentukan dalam berbagai hal adalah kecerdasan otak, sedangkan kemampuan lain menjadi kurang penting. Setelah belakangan ini muncul istilah kecerdasan emosional atau emotional intellegence yang diungkap oleh Daniel Goleman yang mengutip berbagai penelitian ternyata menemukan bahwa kecerdasan emosional mempunyai peran sangat penting untuk meraih kesuksesan. Keberhasilan seseorang ditentukan hanya 20% dari IQ dan selebihnya ditentukan oleh kecerdasan emosional (EQ/Emotional Quotient). EQ dan IQ dapat membuat perbedaan dalam meraih keberhasilan. EQ artinya menggunakan emosi secara efektif untuk mencapai tujuan, membangun hubungan produktif dan meraih keberhasilan.

Emosional merupakan salah satu ciri yang dimiliki manusia, tanpa emosi seseorang akan menjadi seperti robot yang hanya mengandalkan logika saja, terutama dalam fungsinya sebagai mahluk sosial yang selalu berhubungan dengan orang lain, emosi sangat berperan penting. Dengan emosi hubungan manusia akan lebih bervariasi atau tidak monoton. Mengingat hal itu pengelolaan emosi menjadi sangat penting untuk menuju kercerdasan emosi. Seorang yang mempunyai kecerdasan pikiran dan kecerdasan emosional yang tinggi akan lebih mampu bersaing dan bekerjasama dibandingkan dengan seseorang yang hanya mempunyai kecerdasan  pikiran saja. Keberhasilan sumber daya manusia tidak bisa terlepas dari perilaku individu yang perlu dikelola untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah kecerdasan emosional.
Seseorang yang mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi mempunyai kemampuan untuk mengelola perasaannya antara lain dapat memotivasi dirinya sendiri dan orang lain, tegar menghadapi frustasi, sanggup mengatasi dorongan-dorongan primitif dan menunda kepuasan sesaat, mengatur suasana hati yang aktif dan mampu berempati dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik dibandingkan dengan orang lain.

Kemampuan menurut Goleman (1999), adalah kemampuan menguasai dan mengelola diri sendiri serta kemampuan dalam membina hubungan dengan orang lain. Kemampuan tersebut disebut dengan kecerdasan emosi/Emotional Quotient (EQ), dan melalui penelitiannya menyatakan bahwa kecerdasan emosi menyumbang 80% dari faktor penentu kesuksesan seseorang, 20% yang lain ditentukan oleh Intelligence Quotient (IQ).

Mengingat pentingnya tuntutan kinerja pegawai di instansi pemerintah, motivasi kerja juga menjadi perhatian bagi pengelola organisasi. Menurut Reksohadiprodjo dan Handoko (1996), motivasi merupakan keadaan pribadi dalam seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan. Sedangkan menurut Asep dan Tanjung (2003), manfaat motivasi adalah menciptakan gairah kerja, sehingga kinerja meningkat.

Menurut Irmin (2005), motivasi kerja adalah salah satu faktor penting dari prestasi seseorang, selain motivasi kerja faktor penting lainnya adalah potensi atau kemampuan seseorang. Tetapi motivasi lebih penting daripada potensi. Potensi relatif lebih konstan, bahkan cenderung bertambah keberadaannya.
III. Pentingnya Motivasi Kerja
Kata motivasi sering digunakan dalam berbagai cara, karena erat kaitannya dengan proses psikologis di dalam diri seseorang yang mencerminkan interaksi antara sikap, kebutuhan, persepsi, dan keputusan yang terjadi pada diri orang yang bersangkutan. Oleh karenanya banyak para ahli yang mencoba memberikan batasan pengertian motivasi sesuai dengan pendekatan teoritis yang digunakan.

Robbin (1996), mengemukakan motivasi merupakan kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi kearah tujuan organisasi, yang dikoordinasikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi sesuatu kebutuhan individu.

Menurut Mursi (1998), motivasi adalah keadaan internal individu yang melahirkan kekuatan, kegairahan dan dinamika, serta mengarahkan tingkah laku pada tujuan. Dalam pengertian lain motivasi merupakan istilah yang dipergunakan untuk menunjuk sejumlah dorongan, keinginan, kebutuhan dan kekuatan.
Menurut pandangan Mc. Clellend (Robbin ; 1996), bahwa ada tiga karakteristik kebutuhan manusia yang dianggap memiliki motivasi untuk berprestasi yaitu :
1. Kebutuhan berprestasi (need of achievement) yaitu dorongan untuk menggungguli, berprestasi sehubungan dengan seperangkat standar, bergulat dan sukses.
2. Kebutuhan afiliasi (need of  affiliattion) yaitu hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan karib.
3. Kebutuhan kekuasaan (need of power) kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku (tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian).

Atkinson dan Stoner (1992), mengaitkan perilaku dan prestasi dengan tiga dorongan dasar yang sangat berbeda diantara setiap orang :
1.   Kebutuhan pencapaian (need of achievement)
2.   Kebutuhan akan kekuasasn (need of power)
3.   Kebutuhan akan afiliasi (need of affiliation)
Hasil penelitian Maslow dalam Mursi (1998), menemukan kebutuhan primer manusia adalah :
1.    Kebutuhan fisiologis
2.    Kebutuhan terhadap rasa aman dan keselamatan
3.    Kebutuhan terhadap afiliasi, cinta dan kegiatan sosial
4.    Kebutuhan terhadap pengakuan, penghargaan dan kedudukan
5.    Kebutuhan terhadap aktualiasasi diri

Berdasarkan konsep-konsep yang dijabarkan oleh Atkinson dan Stoner (1992), David Mc (Robin ; 1996), Maslow dan Mursi (1998), di atas maka penulis mengambil  indikator-indikator variabel motivasi seperti yang dikemukakan oleh David Mc (Robin ; 1996), sebagai berikut : (1). Kebutuhan berprestasi. (2). Kebutuhan afiliasi. (3). Kebutuhan kekuasaan.

III.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kerja
Mengingat motivasi kerja pegawai berupa kondisi kejiwaan, sehingga timbulnya motivasi tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, sebagai suatu proses psikologis yang mencerminkan interaksi antara sikap, kebutuhan, persepsi, dan keputusan yang terjadi pada diri seorang pegawai. Secara umum faktor-faktor yang dapat menimbulkan motivasi kerja pegawai menurut Wahjosumijo (2000 : 174) terdiri dari dua faktor sebagai berikut :
1. Faktor di dalam diri seseorang itu sendiri yang disebut intrinsik. Faktor intrinsik ini dapat berupa kepribadian, sikap, pengalaman, dan pendidikan, atau berbagai harapan, cita-cita yang menjangkau ke masa depan;
2. Faktor di luar diri seseorang yang disebut ekstrinsik. Faktor ini dapat ditimbulkan oleh berbagai sumber, bisa karena pengaruh pimpinan, kolega, atau faktor-faktor lain yang sangat kompleks.
   Pendapat di atas menjelaskan bahwa timbulnya motivasi kerja pada diri seorang pegawai disebabkan karena adanya rangsangan, baik rangsangan yang datang dari dalam diri pegawai yang bersangkutan maupun rangsangan yangdatang dari luar seperti pengaruh dari dorongan teman sejawat, ataupun dorongan dan arahan dari pimpinanya, atau dapat pula datang dari kondisi lingkungan kerja pegawai.

Kriteria pengukuran terhadap motivasi kerja pegawai menurut Kerlinger (1995 : 160) sebagaimana dijelaskan sebagai berikut :
Memandang kekuatan motivasi dalam bentuk persamaan; motivasi = fungsi (motive + expectation + incentive) atau M = f (M+E+I). Sedangkan kekuatan dari motivasi untuk melakukan beberapa kegiatan adalah fungsi dari;
kekuatan yang menjadi alasan bergerak adalah suatu keadaan dimana di dalam diri setiap orang, tingkatan alasan atau motif-motif yang menggerakkan tersebut menggambarkan tingkat untuk memenuhi suatu kepentingan.

Sesuai pendapat di atas menujukkan bahwa pengukuran terhadap motivasi kerja pegawai dapat dilakukan dengan menggunakan tiga kriteria, yaitu : motif, pengharapan, dan insentif. Dari masing-masing kriteria tersebut mampu menggerakkan kehendak seorang pegawai untuk melaksanakan suatu pekerjaan hingga tercapainya tujuan pekerjaan tersebut.

Dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang biasanya dinamakan motif, sebagaimana dijelaskan oleh Kerlinger (1995 : 162) sebagai berikut :
Motive (motif) adalah suatu dorongan yang datang dari dalam diri seseorang untuk melakukan atau setidaknya adalah suatu kecenderungan menyumbangkan perbuatan/tingkah laku tertentu. Dorongan untuk melakukan suatu perbuatan/tingkah laku tertentu tersebut dapat datang dari luar ataupun merupakan hasil dari suatu proses pemikiran daari dalam diri seseorang.

Pengertian di atas menjelaskan bahwa motif merupakan dorongan yang datang dari dalam diri seseorang untuk melakukan suatu perbuatan guna mencapai suatu tujuan tertentu. Datangnya dorongan tersebut juga dapat berasal dari luar, dalam arti dipengaruhi oleh faktor-faktor yang ada di luar orang yang bersangkutan.

Pengharapan (expectation) dapat diartikan sebagai “Kemungkinan bahwa dengan perbuatan akan mencapai tujuan” (Kerlinger, 1995 : 166), atau ada juga pendpat lain yang menyatakan sebagai berikut :
Individu dipengaruhi kelakuannya oleh dua sumber yang besar, yaitu; sumber-sumber harapan yang berkenaan dengan peranannya antara lain tuntutan formal daari pihak pimpinan yang terperinci dalam tugas yang seharusnya dilakukan. Dan tuntutan informal yang dituntut oleh kelompok-kelompok yang ditemui dalam lingkungan kerja. Jadi ada daya-daya harapan secara formal dan informal yang kedua-duanya menuntut kelakuan tertentu daari individu. Sebagai akibat dari tuntutan ini individu berusaha untuk menyusun suatu struktur dalam situasi sosial yang dihadapinya dan untuk mendefinisikan peranannya dalam struktur tersebut.

Penjelasan di atas menggambarkan bahwa sumber harapan mempengaruhi individu ada dua macam, yaitu tuntutan formal dan tuntutan informal. Tuntutan formal berasal dari pimpinan yang terperinci dalam bentuk tugas-tugas yang seharusnya dilakukan oleh pegawai. Dalam tuntutan formal ini dirumuskan hubungan yang harus dilakukan di antara pegawai yang satu dengan yang lainnya, serta ditentukan pula siapa yang harus memberikan laporan kerja dan kepada siapa saluran wewenang resmi harus disampaikan. Sedangkan tuntutan informal memiliki fungsi memberikan kepada pegawai suatu perasaan aman, persamaan hak dan kerjasama yang efektif.

Sementara itu pengertian incentive (insentif) menurut Kerlinger (1995 : 169) merupakan “Perangsang yang menjadikan sebab berlangsungnya kegiatan, memelihara kegiatan mengarah langsung pada satu tujuan yang lebih daripada yang lain”, atau dapat pula diartikan sebagai “Keadaan yang membangkitkan kekuatan dinamis manusia, atau persiapan-persiapan daripada keadaan yang mengantarkan dengan harapan dapat mempengaruhi atau merubah sikap/tingkah laku manusia.”

Pendapat di atas menjelaskan bahwa insentif adalah suatu perangsang yang sengaja diberikan kepada para pegawai dengan tujuan agar turut serta dalam membangun, memelihara, dan memperkuat harapan-harapan pegawai, sehingga di dalam dirinya timbul semangat yang lebih besar untuk berprestasi dalam melaksanakan tugas pekerjaannya.

Dengan demikian motivasi kerja pegawai merupakan dorongan dalam diri seorang pegawai yang menimbulkan semangat untuk melaksanakan pekerjaan secara lebih giat, sehingga produktivitas daan efektifitas kerjanya cenderung meningkat. Timbulnya motivasi kerja pegawai dapat dipengaruhi oleh adanya rangsangan, baik yang datang dari dalam diri pegawai sendiri (faktor intrinsik/faktor intern) maupun berasal dari pengaruh luar pegawai (faktor ekstrinsik/faktor ekstern). Adapun kriteria yang dapat dijadikan indikator untuk mengukur motivasi kerja pegawai dapat berupa motif, pengharapan, dan insentif, yang masing-masing berfungsi menggerakkan kehendak seseorang pegawai untuk melaksanakan suatu pekerjaan sesuai tujuannya. Oleh karena ada motivasi kerja yang meningkat daalam diri seorang pegawai, cenderung dapat meningkatkan prestasi kerja, produktivitas kerja, serta efektifitas kerja pegawai yang bersangkutan, sehingga berpengaruh pula terhadap meningkatnya kinerja pegawai dalam menyelesaikan tugas pekerjaan yang menjadi tanggungjawab.
 bersambung....

SUSUNAN PENGURUS PUSAT (PP PPVI-IGVIM) PERIODE TAHUN 2021-2026 PERUBAHAN I

SURAT KEPUTUSAN RESMI (SK PP PPVI-IGVIM) PERIODE  TAHUN 2021-2026 PERUBAHAN I SILAHKAN DOWNLOAD DISINI : SURAT KEPUTUSAN KETUA UMUM PENGURU...