Thursday, April 30, 2020

Benarkah Memakai Zoom Berbahaya?


Seorang teman sangat khawatir dan bilang jangan pakai aplikasi "Zoom berbahaya". Bisa disadap dan dibobol, diretas, dan menyerang mobil banking di hp pengguna.

Makanya kalau sudah selesai digunakan bisa langsung di uninstall. Karena aplikasi tersebut  menyalin informasi, salah satunya berupa data m-banking yang ada di smartphone pengguna. Maka dari itu aplikasi tersebut tidak direkomendasikan dibeberapa instansi. Tulis teman mengingatkan. Benarkah?

Yang memang semua yang berhubungan dengan intenet punya banyak peluang dibobol. Bisa saja segala kemungkinan terjadi. Bisa diretas oleh para hacker-tak bertanggung jawab. Bukan hanya aplikasi zoom. Yang lainnya juga bisa saja.

Menjadi pertanyaan apakah benar pemakaian zoom dilarang, termasuk dalam dunia pendidikan? Apakah sudah ada surat pelarangan dari Kemendikbud?

Beberapa sekolah menggunakan zoom. Karena zoom banyak kelebihan,jernih,  suara dan gambar bagus, fitur mudah operasikan, bisa menjangkau banyak partisipan dan banyak kelebihan lain.

"Zoom menyatakan saat ini ada 200 juta meeting digelar per hari dan meskipun memang ada kelemahan serius ditemukan, mungkin bisa dikatakan bahwa 199 juta di antara meeting itu tidak dalam bahaya," sebut Joe Tidy, jurnalis keamanan siber BBC.

Seperti penulis kemarin tgl 22 April rapat menggunakan untuk rapat verifikasi nilai kelas XII, dan besok tgl 30 April rapat pleno kelulusan memakai zoom.

Sejauh ini belum ada larangan dari kemendikbud terkait pemakaian zoom cloud meeting di dunia pendidikan.

Yang sudah melarang adalah Kemenhan dan BNPT.  Lha kalau Kemenhan dan BNPT kan banyak rahasia negara sedangkan kita kan ranah publik. Ujar Hariwul kabid PSMK disdikbud Prop Jateng. Kepada penulis.

Yang kedua, lanjut Hariwul "sekolah kan di bawah Kemendikbud bukan Kemenhan apalagi BNPT. Gitu lho Bos. Bacanya yang cerdas.

Kalau kita di bawah wilayah hukum RI kita tidak usah galau jika AS menerbitkan aturan untuk warganya. Itu logikanya.

Tolong ikut memberi penjelasan. Jika Kemdikbud yang terbitkan edaran kita ikut amankan. Ujar Hariwul yang konsen dan peduli memantau KBM daring SMK di Jateng.

Seorang teman memberitahu insya Allah pemakaian zoom aman. Jika tidak ada trojan atau malware. Bagaimana bisa diketahui untuk menangkal itu, bisa diinstal antivirus pada hp atau laptop kita. Namun kebanyakan hp bawaan sudah ada antivirus. Atau lebih mantap bisa diunsintal. Ujar teman yang tak mau disebut namanya.

Dilansir dari inetdetik.com, pemakaian zoom mungkin tidak benar-benar "aman" untuk "pembicaraan super penting".
Misalnya urusan pemerintahan atau bisnis rahasia.

Akan tetapi bagi pembicaraan biasa agaknya tak perlu khawatir, pakar sekuriti menyebutkan Zoom aman bagi kebanyakan orang.

Diberitakan sebelumnya, lembaga pengawas internet Citizen Lab di Kanada, menyarankan orang pikir-pikir sebelum pakai Zoom, khususnya jika membicarakan sesuatu yang sensitif.

Sebab, sistem keamanan Zoom menurut mereka tak dirancang untuk melindungi pembicaraan penting, dengan penyandian atau enkripsi tidak standar sehingga punya kelemahan.

Meskipun demikian, tentu hacker tidak akan sembarangan menyadap pembicaraan itu, terlebih butuh usaha besar melakukannya. Maka, perbincangan kebanyakan orang takkan terdampak.

"Perlu usaha besar dan waktu lama bagi hacker dan sia-sia mengincar pembicaraan biasa. Targetnya adalah pembicaraan level tinggi direksi perusahaan atau pemerintahan," tulisnya.

Citizen Lab sendiri mengutarakan hal yang sama. Memakai Zoom untuk menghubungi teman, menggelar acara sosial atau perkuliahan tidaklah berisiko karena informasinya pun tidak bernilai bagi orang lain. "Penemuan kami ini tidak perlu menjadi kecemasan," sebut mereka.

Karenanya disimpulkan, zoom sampai sejauh ini masih aman didunia pendidikan. Dan tentunya Kemendikbud akan melarang apabila dirasa berbahaya bagi dunia pendidikan. Semoga saja aman-aman saja tidak ada masalah. Aamiin..


Monday, April 27, 2020

Hikmah Puasa Hari Keempat. "Waktu diKabulkannya Doa"


Hikmah Puasa Hari Keempat.
"Waktu diKabulkannya Doa"

Senin, 27 April 2020
Tadi pagi saya mendapat pesan dari Kyai Subhan, teman pengajian dalam wa grup. Yang mengingatkan agar di bulan puasa ini banyak-banyaklah berdoa agar terkabul hajatnya. Mumpung bulan Ramadhan bulan pengampunan. Manfaatkan dengan memperbanyak ibadah dan amalan'amalan sunah, kata Kyai Subhan, seorang kyai di Kendal yang sangat takut jika aďa kesalahan sedikitpun dalam ibadahnya.

Termasuk shalat sebagai ibadah yang pertama kali akan dihisap.  Benar-benar mencontoh apa yang pernah dicontohkan Rasulullah SAW.

Karenanya menjadi heran apabila ibadah mahdoh seperti shalat, ouasa, zakat dst saja mencontoh Rasulullah. Kenapa ibadah "mahdoh" lain dan perilaku lain tidak mencontoh Rasulullah? Sambungnya.

Beliau menyampaikan dengan menyitir ayat, Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan bahwa masalah ini disebutkan di sela-sela penyebutan hukum puasa. Ini menunjukkan mengenai anjuran memperbanyak do’a ketika bulan itu sempurna, bahkan diperintahkan memperbanyak do’a tersebut di setiap kali berbuka puasa. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 66).

Pernyataan yang dikatakan oleh Ibnu Katsir menunjukkan bahwa bulan Ramadhan adalah salah satu waktu terkabulnya do’a.

Namun do’a itu mudah dikabulkan jika seseorang punya keimanan yang benar.

Ibnu Taimiyah berkata, “Terkabulnya do’a itu dikarenakan benarnya i’tiqod, kesempurnaan ketaatan karena di akhir ayat disebutkan, ‘dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran’.” (Majmu’ah Al Fatawa, 14: 33-34).

Perihal Ramadhan adalah bulan do’a dikuatkan lagi dengan hadits dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ
”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a, akan dikabulkan.” (HR. Al Bazaar. Al Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 10: 14 mengatakan bahwa perowinya tsiqoh -terpercaya-. Lihat Jami’ul Ahadits, 9: 224)

Lebih lanjut dikatakan KH Subhan, meyebutkan ada tiga waktu utama terkabulnya do’a di bulan Ramadhan:

Pertama, Waktu sahur. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758). Ibnu Hajar juga menjelaskan hadits di atas dengan berkata, “Do’a dan istighfar di waktu sahur mudah dikabulkan.” (Fath Al-Bari, 3: 32).

Kedua, Saat Berpuasa. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Disunnahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak do’a demi urusan akhirat dan dunianya, juga ia boleh berdo’a untuk hajat yang ia inginkan, begitu pula jangan lupakan do’a kebaikan untuk kaum muslimin secara umum.” (Al-Majmu’, 6: 273)

Ketiga, Ketika Berbuka Puasa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526, 3598 dan Ibnu Majah no. 1752. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Dalam Tuhfah Al-Ahwadzi (7: 278) disebutkan bahwa kenapa do’a mudah dikabulkan ketika berbuka puasa yaitu karena saat itu, orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.

Moga Allah memperkenankan setiap do’a kita di bulan Ramadhan.
Semoga bermanfa`at ...tutup Kyai Subhan..
Afwan

Sunday, April 26, 2020

Kartu Pra Kerja Efektifkah Atasi Pengangguran Masa Covid-19?


Program kartu pra kerja yang diluncurkan awal April lalu menuai kritik. “Terjadi pro kontra”. Biasa sebagai lompatan program baru. Apalagi menyerap dana tak sedikit 5,6 T. Yang berujung pada mundurnya dua staf milenial presiden.
Banyak yang beranggapan bahwa pelatihan yang ditawarkan dari program tersebut tidak efektif karena harus membayar. Melatih kompetensi kok melihat video tutorial saja? Apakah tidak malah lebih menguntungkan pihak penyedia layanan platform digital?
Sekalipun yang didapat lebih besar, biaya pelatihan ke penyedia layanan platform digital Rp. 1 juta. Peserta mendapat Rp. 600.00 selama 4 bulan setelah pelatihan selesai. Pendaftaran Rp. 150.000. Total dana per peserta Rp. 3.550.000.
Kenapa tidak menggunakan platform digital lain yang menyediakan konten serupa secara cuma-cuma atau gratis.
Berikut sejumlah pertanyaan yang perlu dijelaskan. Seperti apa sebenarnya kartu pra kerja? Seperti dilansir wikipedia, kartu prakerja adalah bantuan biaya pelatihan bagi masyarakat Indonesia yang ingin memiliki atau meningkatkan keterampilannya.
Tepatkah waktu  pemberian latihan kemampuan dengan kartu pra kerja di masa pandemi Covid-19 ini? Pemberian kartu pra kerja dimasa pandemi Covid-19 dianggap kurang tepat. Alasanya saat ini yang dibutuhkan masyarakat merupakan bantuan tunai dan bukan dalam bentuk pelatihan.
Warga saat ini butuh jaminan pangan dan sumber uang. Memberi ikan pada saat krisis lebih baik daripada memberi kail. Maka, memberi bahan pangan dan bantuan langsung lebih berfungsi daripada mengasah skill dengan pelatihah,” kata Muhammad Nabil Haroen. (Merdeka.com)
“Ini harus jadi bahan evaluasi agar program kartu pra kerja benar-benar tepat sasaran. Uang yang diberikan pemerintah juga akan bermanfaat jika penerima bantuan memang benar-benar membutuhkan,” ujarnya menambahkan. Seperti yang dilansir Republika.co.id. (24/4/2020).
Bantuan pra kerja ini akan efekif apabila dalam kondisi normal. Dengan kondisi ekonomi yang bertumbuh. Pada saat krisis, pelatihan itu salah sasaran,”
Dalam wawancara dengan Najwa Shihab di acara Mata Najwa, Rabu, 23 April 2020, Presiden Jokowi merespons kritik mengenai konsep dan pelaksanaan kartu pra kerja yang kurang tepat.
Jokowi mengakui, pada awalnya Kartu pra kerja disiapkan untuk program pelatihan secara offline. Program ini menurutnya sudah didesain sejak Oktober 2018 guna memberikan pelatihan seperti teknik coding, teknik programming, barista dan chef.
Jokowi menjelaskan program kartu pra kerja sudah bukan murni program pelatihan. Presiden menyebutnya sebagai program semi bansos.
Tetapi sekarang ada kondisi berbeda yang extraordinary karena ada Covid-19. Hanya dalam satu setengah bulan desain (kartu pra kerja) dibelokkan, diubah total. Karena kita gak mungkin harus melakukan pelatihan langsung, yang harus bertemu langsung seperti chef dan barista,” ujarnya presiden.
Jadi bukan mengedepankan training pelatihannya untuk upgrade skill namun sebenarnya bantuan yang dikemas dan bekerjasama dengan pihak swasta penyedia layanana platform digital.
Maka, mekanisme pengawalan sekaligus pemantauan harus tepat, dengan regulasi yang jelas.
Namun di tengah banjirnya kritik terhadap program pelatihan kartu pra kerja, ada sebagian peserta yang memandang program tersebut berjalan efektif.
Selain harga yang ditawarkan murah, peserta juga diberikan banyak pilihan pelatihan yang ditawarkan oleh platfom digital. Dan cocok diterapkan dalam masa pandemi Covid-19, yang tidak bisa bertatap muka. Kesempatan untuk belajar IT. Benarkah?
Pemerintah sendiri telah menunjuk delapan platform digital yang bekerja sama sebagai mitra program kartu prakerja. Ke delapan platform tersebut adalah Tokopedia, Ruang Guru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijar Mahir, dan Kemnaker.go.id.
Dalam sudut sistem pelatihan (training) bagaimana dalam tinjauan SMK yang mencetak tenaga kerja siap pakai. Dalam wa grup Teaching  Factory  (Tefa), jika bantuan sebesar 5,6 T diberikan untuk mengelola pendidikan vokasi termasuk SMK. Sebagai pihak yang sering “disalahkan” penyumbang  terbesar pengangguran akan lain ceritanya.
Teman saya bilang apa yang anda lakukan jika mendapat bantuan 5,6 T? Uang tersebut bisa untuk mengelola SMK dengan membuka lapangan kerja baru. Bisa untuk membuat mesin CNC sebanyak 28.000 unit yang cukup untuk diistribuskan ke 1400 SMK, Politeknik, dan Universtitas seluruh Indonesia yang menyelenggarakan Pendidikan Teknik Mesin rata-rata mendapat 20 unit tiap sekolah.


Produksi sebesar itu akan melibatkan 500 SMK yang dipilih dan setidaknya membukakan lapangan pekerjaan sebanyak 20.000 orang dalam program Tefa sekaligus melatih kewirausahan yang nyata bagi siswa dan lulusannnya.

Saturday, April 25, 2020

Catatan Tarawih Hari Ketiga. "Membimbing Puasa Anak dengan Kesabaran"


Catatan Tarawih Hari Ketiga. "Membimbing Puasa Anak dengan Kesabaran"

Sabtu, 25 April 2020. Malam Minggu. Setelah dua hari puasa, alhamdulilah kini memasuki hari ketiga.

Hari pertama puasa alhamdulilah relatif lancar, tidak ada masalah berarti. "Anak-anak sedari dini sudah diajari puasa ramadhan". Ini harus dipertahankan.

Masih kerja dari rumah. "Stay at and Work Form Home". Tak ada halangan. Puasa tetap lancar.

Yang membikin hati gembira adalah ucapan si kecil Azam," aku mau minum dan makan umi". Tapi kok aku lagi puasa. Kontan uminya tertawa. Eh kamu itu lagi puasa. Sabar dulu ya mas.. sahut Umi, menjelaskan.

Ucapan anak yang masih TK kedengaran masih sangat polos dan lugu. Namun dibalik ucapan yang baru kali ini terdengar itu, menunjukan ada kemajuan dalam hal tanggung jawab.

"Aku mau menulis Nama saya Muhammad Al Fatih Sutan Andonesy, rajin belajar dan suka mengaji Setiap hari saya selalu belajar tidak ada waktu tanpa belajar gitu mau ku seperti itu"

"Mas Fatih lagi apa, di panggil abi. Aku lagi belajar menulis kayak abi..pakai mulut di colornote". Jawab anak saya ke dua.

Oh ya rupanya disaat seperti ini semua belajar dirumah. Anak secara tidak langsung mengamati tingkah laku kita. Tak masalah, tinggal kita mengarahkan saja. Mereka kecenderungan akan meniru apa yang kita lakukannya.

Berbicara puasanya anak, apalagi  yang belum baligh, memang sekedar disarankan saja sifatnya. Hanya untuk latihan, pembelajaran, sehingga terbiasa tida kaget dalam membiasakan amalan agama.

Sebagaimana para sahabat Nabi dahulu juga berpuasa ketika masih kecil.

Para ulama juga mengatakan bahwa wajib bagi para wali mereka untuk memerintahkan anak-anaknya berpuasa sejak kecil. Ini dalam rangka melatih mereka dan membuat ikatan antara mereka dengan puasa.

Dan juga menerapkan landasan keislaman yang kuat dan kokoh pada diri mereka sehingga perlahan menjadi suatu hal yang biasa bagi mereka.

Namun jika puasa itu berat bagi mereka atau membahayakan diri mereka maka jangan dipaksakan.

Masih ada sebagian orang tua yang melarang anak-anak mereka berpuasa padahal para sahabat radhiallahu’anhum melakukannya di masa kecil.

Para ayah dan ibu tersebut beralasan bahwa mereka melakukannya karena kasihan kepada anak-anaknya.

Justru yang benar, sikap sayang yang hakiki kepada anak adalah dengan memerintahkan mereka menjalankan syariat Islam.

Membiasakan mereka amalan agama, serta membuat ikatan hati antara mereka dengan Islam.

Yang demikian ini tidak ragu lagi merupakan pendidikan yang baik dan pengasuhan yang sempurna.

Dalam sebuah hadits shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:
إن الرجل راع في أهل بيته ومسؤول عن رعيته
“Seorang lelaki adalah pemimpin di rumahnya dan ia akan dimintai pertanggung-jawaban terhadap yang ia pimpin“.

Maka hendaknya orang-orang yang diberi amanah berupa anak dan istri mereka bertaqwa kepada Allah Ta’ala dalam menjaga mereka, dan hendaknya mereka diperintahkan untuk menjalankan apa-apa yang diperintahkan syariat Islam.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin ditanya: “apa hukum puasanya anak-anak?”
Beliau menjawab, puasanya anak-anak sebagaimana sudah kami jelaskan hukumnya tidak wajib, namun hukumnya sunnah.

Jika mereka puasa maka mereka mendapat pahala. Namun mereka tidak berdosa jika tidak berpuasa. Namun hendaknya para wali mereka memerintahkan mereka agar terbiasa dengan puasa.

Bagaimana pengalaman puasa anda silahkan dibagikan. Berbagi itu sehat dan membuat banyak rezeki. Aamiin..

Oke selamat menjalankan ibadah puasa semoga ibadah kita diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala Aamiin..







Friday, April 24, 2020

"Hindari Minum Es" Saat Buka Puasa, Catatan Tarawih Hari Kedua




"Hindari Minum Es" Saat Buka Puasa, Catatan Tarawih di Hari Kedua


Jumat, 24 April 2020. Malam Sabtu.. suasana masih cerah..secerah hatimu dan hatiku guys.., ciele..kata anak muda..hus..
Hari pertama puasa alhamdulilah relatif lancar, tidak ada masalah berarti. Anak-anak sedari dini sudah diajari puasa ramadhan.

Saat bulan puasa sudah biasa ikut puasa. Yang besar kelas enam SD, putri sudah baligh..sudah tiga kali Ramadhan ini semangat puasanya lancar sesuai ketentuan.

Anak kedua kelas dua SD. Sudah dua kali Ramadhan ini juga lancar puasanya.

Hanya si bungsu yang masih TK, baru puasa gendang. Puasa duhur. Artinya sudah Ikut sahur. Tapi duhur makan, dilanjut puasa lagi dan sampai buka puasa bersama.

Hari pertama puasa kami tetap belajar dan bekerja dari rumah. Memantau pekerjaan bersama tim dan teman-teman yang sedang mempersiapkan besok vicon rapat pleno kelulusan.

Yah memang pekerjaan dimasa pandemi. Covid-19 ini jadi lebih banyak. Bukan karena "libur". Ini memang benar-benar kerja dari rumah. "Stay at and Work Form Home"

Dengan anak-anak tetap dirumah seharian. Belajar dan bekerja. Ada rasa jenuh dan bosan juga. Namun banyak manfaat. Lebih dekat dan bisa mendampingi belajar anak-anak.

Tepat pukul 17.38. Adalah masuk maghrib di daerahku. Artinya buka puasa sudah bisa dimulai.

Istri menyiapkan menu buka puasa hari pertama hemmm..rasanya sudah gak tahan..gak karuan guys dihari pertama puasa. Ingin segera menyantapnya..ujar anaku Sahda yang pertama.

Kalau Fatih yang kedua, tergolong kuat "kalau gak makan". Sekalipun sudah masuk buka. Tak keburu ambil makan dan minum. Sekedar "buarke" puasa saja susahnya minta ampun.

Dari menu makan, sayur lodeh, mangut kesukaanku, tak lupa gorengan tempe "mendoan" yang tak pernah ketinggalan.
Anak-anaku biasanya sukanya cepluk atau dadar telur dikasih kecap dan Sayur sop.

Segelas teh hangat manis, air putih mineral. Tak lupa pula kolak waluh  dan kolang-kaling khas menu buka puasa bersama.

Model buka puasa ada macam-macam.  Ada yang diawali cemilan,  minum teh dulu. Teh plus kolak, dan tempe tahu dulu. Ada yang langsung tancap gas..makan besar nasi langsung.

Saya termasuk model yang terakhir ini hehe..

Jangan banyak banyak ya nak..karena pertempuran masih panjang. Ada shalat tarawih.

Kalau kebanyakan jadi males nanti. "Ujar istri mengingatkan anak-anak".

Nah benar to karena makanya kebanyakan. Apalagi minum es jadi sungkan dan males untuk tarawih.

Tarawih kedua terpaksa kami sekeluarga dirumah. Selain masih mengikuti anjuran pemerintah. Juga kesepakatan kami tawarkan kepada anak dan istri.

"Ayo gimana anak-anak, kita mau tarawih diluar apa dirumah". Sontak Sahda yang tadi kebanyakan makan menjawab dirumah. Disusul uminya anak-anak yang merasa kecapekan menyiapkan masakan. 

Sekalipun ada pembantu. Ini efek buka puasa pakai minum es ini.

Makanya kepada teman-teman..emang sih rasanya segar. Bagaikan minum telaga alkautsar. Saya sendiri belum pernah hehe..disaat suasana panas, buka puasa pertama, dan seterusnya rasanya akan nikmat segar jika dengan minum es..

Namun ini sementara guys. Efek selanjutnya badan pegel, capek dan berakibat jadi malas. Untuk shalat tepat waktu. Apalagi pergi ke mushola.

Mendingan kita saat berbuka puasa diimbangi dengan minum air hangat saja.
Segelas air teh hangat, atau susu hangat pokoknya hindari air es deh guys. Kalau mau tetap fit dan prima.

Semoga teman-teman tetap fit dan prima. Bisa menjalankan semua rukun ibadah di bulan Ramadhan,  baik sunah, dan wanjibnya.

Oke selamat menjalankan ibadah puasa semoga ibadah kita diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala Aamiin..


Pengumuman Kelulusan SMK, Jadinya Tanggal 2 Mei 2020

Pengumuman Kelulusan SMK, Jadinya Tanggal 2 Mei 2020



Teman-teman Berikut Surat Edaran Sekjen Kemendikbud No 5 Tahun 2020. Tentang Juknis Pengisian Blanko Ijazah Tahun 2019/2020. Mau tahu?

Sempat kebingungan dengan adanya surat edaran ini. Karena berbeda tanggal pelaksanaan pengumuman kelulusan dengan yang sudah beredar dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah (Disdikbud).

Sebelumnya turun surat edaran dari Disdikbud Nomor : 443.2/09004, tertanggal 13 April 2020. Tentang Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) daring/online dan kelulusan siswa SMK.


Diedaran Disdikbud tersebut, tanggal Penulisan Nilai Raport 30 April 2020. Dan tanggal pengumuman kelulusan 4 Mei 2020.
 
Info dari Dinas biasanya difahami pula untuk penulisan tanggal nilai raport yaitu tanggal 30 April 2020. Untuk tanggal mutasi raport di tanggal 4 Mei 2020.

Adapun pada surat edaran dari Sekjen Kemendikbud Nomor : 5 Tahun 2020, tertulis pengumuman kelulusan tanggal 2 Mei 2020. Disertai contoh Ijazah yang sudah tertulis disitu. Bahwa tanggal kelulusan di ijazah, tanggal 2 Mei 2020.

Maka bisa dipahami, penulisan tanggal raport 30 April 2020, dan tanggal mutasi raport tanggal 2 Mei 2020.

Ini yang sempat menimbulkan kebingungan diantara teman wakakur SMK. Kontan saja saya menghubungi bapak Hariwul selaku Kabid PSMK Dinas Propinsi Jawa Tengah.

Untungnya lembar terakhir raport (lembar mutasi) belum ditulis, dan sengaja belum dicetak. Bisa berabeh nih kalau sudah dicetak. Ratusan lembar gak konggo alis percuma.
 
Setelah turun edaran ralat dari Dinas, Nomor : 443.2/09007 tertanggal 24 April 2020. Membenarkan bahwa pengumuman kelulusan SMA/SMK tanggal 2 Mei 2020, SMP, 5 Juni 2020, dan SD tanggal 15 Juni 2020. dengan Daring/online. 
 
Namun masih ada pertanyaan. Di contoh format surat keterangan lulus, yang disertakan dalam surat edaran dinas diatas, tertulis tanggal 1 Mei 2020.

Disitu dalam format jelas tertulis seperti dalam contoh : "Yang bersangkutan dinyatakan LULUS berdasarkan hasil Keputusan Rapat Pleno  Kelulusan  Dewan  Guru  SMK  Negeri...pada  hari  Jumat tanggal 1 Mei 2020, dengan nilai sebagai berikut".
 
Padahal rapat pleno kelulusan tanggal 30 April 2020. Dan tidak ada pemberitahuan diralat.
Mempedomani Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Sekjen Kemendikbud) RI Nomor 5 Tahun 2020 sebagaimana tersebut di atas. Dan surat edaran Disdikbud diatas, maka hal-hal yang terkait dengan kelulusan diatur sebagai berikut:
 
Pengumuman dilakukan dengan Daring/Online mulai pukul 17.00. Selama pelaksanaan pengumuman kelulusan siswa wajib menjaga kondusifitas ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Dan mengikuti protokal selama masa pandemi Covid-19.
 
Siswa dilarang melakukan hal-hal sebagai berikut:
  1. Merayakan kelulusan secara berlebihan, dengan melanggar peraturan dan ketertiban.
  2. Melakukan konvoi dijalanan dengan menggunakan sepeda motor.
  3. Melakukan corat-coret seragam, lebih baik seragam disumbangkan kepada orag lain yang membutuhkan
  4. Orang tua memastikan anaknya untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah
Diingatkan pada surat edaran tersebut, penyelenggaraan  KBM  Daring/Online  dari yang semula belajar mengajar secara mandiri di rumah masing-masing siswa sampai dengan tanggal 30 April 2020.
 
Mempertimbangkan kondisi darurat pandemi Covid-19 hingga saat ini belum mereda, maka guna pencegahan serta upaya memutus rantai penularan dan penyebarannya.
Kebijakan KBM secara mandiri di rumah, kembali diperpanjang sampai dengan tanggal 16 Mei 2020.
Selanjutnya akan dilakukan evaluasi sesuai perkembangan status kedaruratan yang diakibatkan oleh penyebaran Covid-19, dan selanjutnya akan diberitahukan kemudian.
 
KBM Daring/Online selama bulan Ramadhan 1441 agar difokuskan pada upaya peningkatan keimanan, penguatan pendidikan karakter, dan secara terus menerus mendorong peserta didik untuk taat terhadap kebijakan pemerintah terkait dengan pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19.
 
Juknis penulisan Ijazah dari SD-SMA/SMK

Surat edaran Sekjen Kemendikbud No 5 tahun 2020. Tertanggal 21 April 2020. Tentang Juknis penulisan ijazah dari SD-SMA/SMK. Berikut ya guys saya sertakan..

Peraturan Sekjen Kemendikbud No 5 tahun 2020 tertanggal 21 april 2020. Tentang perubahan atas peraturan sekjen kemendikbud no 2 tahun 2020 tentang spesifikasi teknis, bentuk dan tata cara pengisian blangsko ijazah pendikan dasar dan menengah tahu pelajaran 2019/2020. Bisa di download

Semoga bermanfaat. Berbagi itu indah dan membantu sesama..sip..selamat berpuasa..mohon maaf lahir batin..ya guys..

"Abai Masker" Catatan Tarawih di Hari Pertama,




"Abai Masker" Catatan Tarawih di Hari Pertama, 

Kamis, 23 April 2020. malam jumat.. suasana cerah, seperti biasa sebelum memasuki bulan puasa mandi besar niat puasa sebulan penuh.

Anak-anak kelihatan ceria menyambut ramadhan, ditengah lock down pandemi covid-19. Setelah sekian lama sebulan lebih belajar dirumah (work and stay at home).

Tepat pukul 19.00 kami menuju mushala sebelah rumah yang jaraknya hanya selemparan batu.

Kami sarankan kepada istri dan anak-anak untuk mengenakan masker.

Namun kami cukup kaget. terkesan biasa. seperti tidak ada apa-masyarakat seolah tak mau tahu. banyak bergerombol. duduk dan shaf tidak diatur. apalagi memakai masker. mereka masih "abai masker". mungkin karena kurangnya informasi dengan kata lain butuh edukasi, dan aturan larangan tegas dari aparat.

Memang kalau di desa tidak gegap gempita seperti di kota. Semarak Ramadhan kelihatan tak seperti hari biasanya. Tidak ada tadarus seperti tahun lalu. keras-keras. habis shalat tidak ada salaman. Langsung bubar.

Ditengah pandemi  covid-19 ini masih terasa orang menjaga jarak. Tidak dengan di des, jamaah mushala sebelah rumah. Kelihatan cuek. Masa bodoh. Kelihatan hanya kami sekeluarga yang memakai masker.

Padahal himbauan pemerintah protokol kesehatan tetap diterapkan jika mau melaksanakan tarawih berjamaah. Boleh bagi daerah hijau melakukan tarawih berjamaah dengan catatan mematuhi anjuran pemerintah.

SUSUNAN PENGURUS PUSAT (PP PPVI-IGVIM) PERIODE TAHUN 2021-2026 PERUBAHAN I

SURAT KEPUTUSAN RESMI (SK PP PPVI-IGVIM) PERIODE  TAHUN 2021-2026 PERUBAHAN I SILAHKAN DOWNLOAD DISINI : SURAT KEPUTUSAN KETUA UMUM PENGURU...