Sunday, March 14, 2021

Penjelasan Nama Organisasi "IGVIM"



Penjelasan Nama Organisasi "IGVIM"

Perkumpulan Pendidik Vokasi Indonesia - Ikatan Guru Vokasi Indonesia Maju (IGVIM)


Adanya banyak pertanyaan di Surat Keputusan (SK) akte notaris dan legalitas Kemenkumham yang berbeda dengan nama panggilan atau sebutan adalah sesuatu yang biasa saja sering terjadi. Dalam nama di akte notaris disebut, "Perkumpulan Pendidik Vokasi Indonesia", dan tidak boleh disingkat menjadi PPVI (karena sudah ada yang pakai).

Hukum asalnya boleh saja dipakai nama yang sesuai di SK kemenkumham. Namun juga tak ada larangan jika tidak dipakai sebagai sebutan atau panggilan asal dalam berkegiatannya sesuai dan mencerminkan nama, dengan ruh dimana seperti dalam SK legalitas Kemenkumham tadi.

Dikarenakan nama dalam SK Kemenkumham tidak bisa kita pakai dengan singkatan (PPVI) karena singkatan itu sudah ada yang memakai, maka para pendiri sepakat memakai nama Perkumpulan Pendidik Vokasi Indonesia ini disebut juga dengan Ikatan Guru Vokasi Indonesia Maju (IGVIM).

Disisi lain dalam SK Kemenkumham, tertulis nama Perkumpulan tidak boleh diawali dengan ada kata Ikatan, Asosiasi, Persatuan atau sejenisnya yang boleh "Perkumpulan". Karena hanya ada kategori legalitas Kemenkumham yaitu : Parpol, Yayasan/perusahaan dan Perkumpulan. Pun demikian tidak dibolehkan ada kata Guru. Karenanya di SK Kemenkumham tidak dipakai nama Ikatan Guru Vokasi Indonesia Maju (IGVIM).

Nama IGVIM adalah nama populer atau nama selebritis yang boleh saja dipakai sebagai nama singkatan atau nama sebutan dengan tidak meninggalkan nama aslinya sesuai legalitasnya. Sebutan seperti ini dibolehkan dan tidak ada larangan dalam setiap perkumpulan/organisasi. Bahkan ini sesuai arahan kemenkumham, asalkan terekam dalam AD/ART organisasi.

Karenanya diberitahukan kepada semua pengurus dalam penulisan surat di kop untuk surat menyurat dituliskan lengkap "Perkumpulan Pendidik Vokasi Indonesia - Ikatan Guru Vokasi Indonesia Maju". 

Jadi yang dimaksud IGVIM itu Perkumpulan Pendidik Vokasi Indonesia. Perkumpulan Pendidik Vokasi Indonesia ini karena tidak bisa disingkat, selanjutnya disebut dengan Ikatan Guru Vokasi Indonesia Maju, disingkat IGVIM. Semua ini tercantum dalam AD/ART Perkumpulan Pendidik Vokasi Indonesia-Ikatan Guru Vokasi Indonesia Maju, sebagai garis besar haluan, pijakan, dan aturan organisasi atau perkumpulan. Terima  kasih semoga bisa dimengerti dan harap maklum.


Salam Hormat,

Ketua Umum PP IGVIM


EDY SISWANTO





SURAT PENJELASAN APA ITU IGVI DAN IGVIM

 


SURAT PENJELASAN APA ITU IGVI DAN IGVIM


Assalamualaikum Wr. Wb.

Banyaknya pertanyaan yang masuk dalam menyikapi adanya baca "dualisme" organisasi Ikatan Guru Vokasi Indonesia (IGVI). Apa bedanya dengan Ikatan Guru Vokasi Indonesia Maju (IGVIM)? Apakah IGVIM bagian dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) adalah pertanyaan wajar, dan biasa saja. Maka jawaban dan penjelasan diberikan biasa saja, dengan mendudukan persoalan sesuai proporsi apa adanya tanpa ditambahi dan dikurangi.

IGVI versi UMI (MRR) ada awal Januari 2021. Sebelumnya akhir bulan Sepetember 2020 lahir IGVI dengan berbekal surat penunjukan sebagai Ketua Umum (Ketum) IGVI ES. Setelah sebelumnya mengikuti penjaringan bakal calon Ketum IGVI diseluruh Indonesia. Surat penunjukan sekaligus surat kuasa untuk membentuk kepengurusan PP IGVI saat itu di tandatangani oleh Ketum IGI saudara MRR dan Sekjen IGI saudara MMP. Namun seminggu setelah keluarnya surat tersebut, Ketum dan Sekjen IGI, bahasa jawanya "purik" alias pisah ranjang dengan tindakan sepihak Ketum yang memecat 30 dari 52 Pengurus Pusat (PP IGI), termasuk Sekjen MMP.

Persoalan menjadi pelik ketika masalah internal IGI saat itu tak kunjung usai hingga merembet dan mengimbas kepada IGVI yang baru saja terbentuk. Sampai kepada pencabutan penunjukan Ketum IGVI ES yang hanya ditandatangani oleh MRR tanpa menyertakan Sekjen MMP, yang dianggap tak sejalan dengannya. Hingga persoalan "intervensi" oleh Ketum IGI. Dalam penyusunan pengurus yang semula diserahkan kepada Ketum IGVI ES, dengan kepengurusan IGI yang baru hasil Kongres III (Periode 2021-2026). Namun sebaliknya MRR sebagai pihak incumbent yang kurang dari tiga bulan habis masa jabatannya (sampai akhir Januari 2021) di IGI, malah menghendaki struktur PP IGVI segera jadi sebelum kepengurusan IGI yang baru hasil Kongres III diatas. Ini yang tak sejalan dengan yang disampaikan awal. Ditambah alasan susunan pengurus yang mengisi harus seorang "guru" dan hanya "guru SMK produktif" saja.

Menjadi polemik karena sesungguhnya guru vokasi adalah guru yang mengajarkan dan membimbing hal keterampilan (kecakapan skill), berhubungan dengan pekerjaan teknis, dan atau mata pelajaran (mapel) kejuruan (vokasi). Guru vokasi mengajar di sekolah umum, baik negeri maupun swasta, formal maupun non formal. Bisa di tingkat pendidikan menengah tingkat SMP (untuk guru ketrampilan) dan SMA/MAK (untuk guru ketrampilan) dan utamanya guru SMK semua jurusan. BLK/LPK/instrusktur kursus kejuruan dan sejenisnya. 

Seiring perjalanan nomenkalur baru Kemendikbud dengan terbentuknya Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), arah baru pendidikan vokasi bergesar bahwa hard skill penting namun soft skill jauh lebih penting, yang akan menunjang karakter baik dan kuat kebutuhan industri. Disini dibutuhkan sinergitas kolaboratif upaya pembentukan karakter kuat pada siswa dan lulusan SMK. Karenanya soft skill dengan karakter kuat abad 21 perlu ditunjang dengan sinergitas tidak hanya guru produktif namun juga guru normatif dan adaptif.

Guru kejuruan (vokasi) utamanya di SMK mengajarkan kecakapan hidup baik hard skill maupun soft skil. Artinya tidak hanya guru produktif saja, namun guru normatif dan adaptif, yang mengajar di SMK adalah sesungguhnya guru vokasi. Artinya sesuai perkembangan ada pergesaran dalam menafsirkan guru vokasi dengan cakupan yang luas. Tak hanya guru SMK, namun juga bisa Instruktur dalam BLK/LPK/Instruktur kursus kejuruan. Sinergi kebutuhan lebih luas lagi adalah dengan kemitraan strategis Industri, Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA).

Dengan kurangnya komunikasi sampai mispersepsi dalam memandang organisasi profesi guru utamanya dalam definisi guru vokasi. Persoalan ini sudah coba kedepankan dengan tabayun, untuk duduk satu meja bersama, ngopi bareng, hingga memfasilitasi pertemuan dengan tawaran tiket PP pesawat agar permasalahan menjadi clear ternyata ditolak oleh Ketum IGI saat itu. Sampai muncul surat penunjukan dan sebaran kepengurusan IGVI versi sepihak MRR. Dengan tidak menganggap IGVI sebelumnya yang sudah berjalan dengan kegiatan agenda dan jalinan kerjasama dengan berbagai pihak.

Ikhtiar untuk menelepon Ketum IGVI versi MRR tidak bisa lagi dilaksanakan karena nomor HP diblokir oleh Ketum IGVI versi MRR. Karenanya sebagai kaum terdidik dan mengedepankan adab masih membuka peluang. Mediasi pihak ketiga maupun komunikasi intensif. Itupun sudah tertutup.

Alhamdulillah seiring keluarnya legalitas Badan Hukum dengan Surat Keputusan (SK) Kemenkumham Nomor : AHU-0001868.AH.01.07. Tahun 2021. Akte Notaris Bandung, Surjadi Jasin, SH, No. 03 Tanggal 18 Januari 2021, dengan nama Perkumpulan Pendidik Vokasi Indonesia. Tidak boleh disingkat menjadi PPVI (karena sudah ada yang pakai). Boleh saja dipakai nama yang sesuai di SK kemenkumham dengan tidak disingkat, dan ini cukup menyulitkan. Namun juga boleh memakai nama populer, asal dalam berkegiatannya mencerminkan dan sesuai nama dan ruh dengan yang seperti dalam nama di SK Kemenkumham.

Dikarenakan nama dalam SK Kemenkumham tidak bisa disingkat dengan singkatan PPVI,  karena singkatan itu sudah ada yang pakai, maka kami para pendiri sepakat memakai nama popular yang sudah dikenal ditengah masyarakat dengan nama : Ikatan Guru Vokasi Indonesia Maju di singkat IGVIM.

Adapun dalam aturan Kemenkumham, tertulis nama perkumpulan tidak boleh diawali dengan ada kata Ikatan atau sejenisnya yang boleh “perkumpulan”. dan tidak dibolehkan ada kata dan nama "Guru". Karenanya di SK Kemenkumham tidak memakai nama IGVIM. Nama IGVIM adalah nama populer atau nama selebritis yang dipakai oleh Perkumpulan Pendidik Vokasi Indonesia. Sesuai arahan kemenkumham, ini terekam dalam AD/ART Perkumpulan Pendidik Vokasi Indonesia yang selanjutnya disebut Ikatan Guru Vokasi Indonesia Maju disingkat IGVIM.

Dengan Kehadiran IGVIM sungguh telah mendapat sambutan luar biasa. Pembentukannya telah lama dinantikan oleh semua pihak terutama para vokasiawan. Sebagaian beranggapan IGVIM  berpotensi menjadi organisasi yang besar. Bukan untuk menyaingi siapa-siapa. Sehingga kekhawatiran IGVIM akan menjadi tandingan dan ancaman organisasi lain, adalah mengada-ada dan tak berdasar sama sekali. Kepada semua organisasi profesi guru (orprof) kita akan tetap berkolaborasi dengan semua pihak.

lGVIM keberadaannya sangat dinanti, mengurusi bidang vokasi, mendapat sambutan diluar ekspektasi. Dunia vokasi jauh berbeda dengan dunia pendidikan pada umumnya. Diperlukan sinergitas dan kemitraan kolaboratif berbagai pihak utamanya dengan IDUKA. Marilah berfikir lebih dewasa, untuk ikut mengembangkan dan memajukan potensi bangsa lewat vokasi kuat, menguatkan Indonesia. IGVIM For Indonesia Maju.

Dengan memandang lurus kedepan, dukungan berbagai pihak insan vokasi dengan menyelamatkan gerbong vokasi yang sudah terbentuk dan tersusun lengkap di seluruh Indonesia, kami sepakat menjadikan IGVIM sebagai orprof guru vokasi yang independen, mandiri dan profesional. Tidak berafiliasi kepada organisasi lain dan tidak menjadi bagian dari orprof lain. Kita bangun sinergitas dan kolaboratif strategis antar orprof guru yang mesra. Untuk kemajuan pendidikan di Indonesia utamanya pendidikan vokasi. Kami menganggap siapapun orprof yang lain adalah mitra, dalam memajukan pendidikan, utamanya pendidikan vokasi di negeri tercinta Indonesia.

Demikian pemberitahuan sekaligus penjelasan kami, semoga ikhtiar ini mendapatkan ridlo dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Berkehendak.  Aamiin yaa Robbal alamiin..

Wassalamualaikum Wr. Wb.


Jakarta, 10 Februari 2021

Salam Hormat Kami,

Ketua Umum PP IGVIM


Edy Siswanto,  S. Pd., M. Pd

WA : 081215936236













Ucapan Ketua Umum Atas Terselenggaranya Munas I dan Pelantikan PP IGVIM Periode Tahun 2021-2026


Ucapan Ketua Umum Atas Terselenggaranya Munas dan Pelantikan PP IGVIM


Assalamualaikum wr wb

Salam sejahtera dan salam sehat untuk kita semua

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan  kepada segenap panitia Munas 1/ PP/ PW dan seluruh anggota IGVIM diseluruh tanah air yang sudah terlibat dalam kegiatan MUNAS 1 dan PELANTIKAN PP IGVIM. Semoga menjadikan kebaikan dan  mendatangkan  keberkahan  untuk kita semua, Aamiin...

Atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami sampaikan terima kasih.

Wassalamualaikum wr wb


Kendal, 11 Maret 2021

EDY SISWANTO

KETUM PP IGVIM

Arahan Ketua Umum dalam Pelantikan PW IGVIM Jateng Periode Tahun 2021-2026

 


Arahan Ketua Umum dalam Pelantikan PW IGVIM Jateng Periode Tahun 2021-2026

1.       Mengisi data untuk pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) untuk Penguru Pusat (PP) Ketua Pengurus Wilayah (PW) sesuai yang diinformasikan bidang Humas dan Sosial PP IGVIM.

2.       Mendownload Formulir Pakta Integritas yang akan diberitahukan kemudian untuk diisi dan ditandantangani dengan dibubuhi materai 10.000.- (sepuluh ribu)

3.       Hendaknya semua yang ada di grup PP atau PW menggunakan nama dan foto profil WA asli sesuai dengan identitasnya. Sehingga mudah dikenal oleh pengurus lainnya.

4.       Setiap bidang diwajibkan membuat group dengan timnya masing-masing, untuk memudahkan koordinasi.

5.       Selama masa pandemic, setiap bidang bisa menyusun program kerja atau kegiatan secara online dan offline jika kondisi sudah memungkinkan denga koordinasi terlebih dahulu dengan PP IGVIM.

6.       Setiap bidang diwajibkan menyusun job description dan program kerja diusahakan untuk bisa ditindaklanjuti sesuai dengan draft SK.

7.       Setiap bidang diperbolehkan mencari sponsorship dengan mitra IDUKA untuk mendukung kegiatan sesuai prokernya dan berkoordinasi dengan PP (Bidang Humas).

8.       Setiap Pengurus PW sesuai dengan bidangnya, bisa menjadi juru bicara dalam artian menjadi penyambung lidah tentang berbagai informasi IGVIM.

9.       Semua pw diharapkan bisa memberikan edukasi pada anggotanya dan menjalin hubungan baik, bersinergi bersama memajukan pendidikan vokasi di lndonesia.

10.   Kepada Ketua PW yang sudah mengirimkan draf SK agar difinalisasi dulu sebelum Muswil (semacam uji publik) baik oleh ketua PW maupun PP untuk mengetahui integritasnya.

11.   Jika memang sudah fix tinggal menunggu syarat berikutnya yaitu SK diberikan setelah dilantik oleh PP dalam momen Muswil dan Webinar Nasional PW sesuai dengan kesiapan jadwalnya yang ditentukan.

12.   Karenanya sambil menunggu kapan pelantikannya, hendaknya bisa dimulai pembahasan pra Muswil seperti membahas program kerja dan program lainnya.

13.   Semua PP, PW dan PD sesungguhnya sudah bisa action, unjuk kerja pemanasan menjalankan program bidangnya sesuai draft SK yang sudah ada. Tanpa harus menunggu SK resmi. Karena secara defacto sudah syah namun deyure belum. 

14.   Ini juga bisa dilihat sebagai penilaian integritas, kesungguhan, loyalitas dan militansi serta kapasitas calon pengurus, bukan hanya papan nama saja namun benar-benar yang mau dan mampu bekerja.

 

Salam Hormat,

 

EDY SISWANTO

Ketua Umum PP IGVIM,

Sambutan Ketua Umum dalam Pelantikan PP IGVIM Periode Tahun 2021-2026


Assalamualaikum Wr. Wb.

Kondisi persaingan dan perkembangan yang begitu cepat, membutuhkan kontribusi pendidikan dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing. Pendidikan dijadikan sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh masyarakat. Salah satu indikator majunya suatu bangsa ditentukan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang hasilnya didapat dari proses pendidikan vokasi yang bermutu.

Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Untuk Peningkatan Kualitas dan Daya Saing SDM Indonesia. Dalam Inpres menjadi momentum legalitas yang strategis untuk pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. Pendidikan vokasi menjadi utama dan pertama, solusi penciptaan sumber daya manusia yang berkompeten, berdaya saing, dan siap bekerja profesional. Selanjutnya ikut berkontribusi dalam menguatkan ekonomi nasional.

Presiden Jokowi pada Rapat Kabinet Paripurna pada awal 2017, memberikan arahan untuk melakukan revitalisasi pendidikan vokasi dengan membuka akses yang luas untuk masyarakat mendapatkan akses keterampilan dan mengubah kurikulum yang ada, menjadi kurikulum yang berbasis industri serta menyiapkan sumber daya manusia yang profesional dalam bidangnya. Harapannya, semua lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan Vokasi mendapatkan prioritas dan dukungan untuk pengembangan dan peningkatan kualitasnya, sehingga menghasilkan lulusan yang bermutu.

Terbentuknya Ikatan Guru Vokasi Indonesia Maju (IGVIM) sebagai titik awal, sekaligus titik tolak dalam mempersiapkan tantangan yang akan dihadapi lima tahun ke depan. Dimana tantangannya jauh berbeda dengan sekarang. Harapannya IGVIM menjadi flag carrier pendidikan vokasional di Indonesia dan menjadi pionir yang mengedepankan sinergitas kemampuan lulusan SMK  dengan industri dengan tetap mengedepankan profesionalisme, intelektual dan pembangunan karakter bangsa.

Dengan Visi IGVIM Menjadi perkumpulan organisasi profesi pendidik vokasi yang independen, mandiri, profesional, inklusif, mencerdaskan, berwawasan global, dan berkarakter luhur kebangsaan berlandaskan iman dan taqwa. Menjadikan lulusannya mampu bersaing dan diterima di industry, dunia usaha dan kerja (IDUKA). Pemerintah dengan terbetuknya Dirjen Vokasi memberikan dorongan dan apresaisi yang tinggi. Memberikan ruang untuk peningkatan proses dan pengembangan SDM vokasi dengan mengupgrade beberapa pendidikan vokasi menjadi lebih vital sesuai kebutuhan zaman. Peluang strategis tersebut harus dijadikan momentum pengembangan pendidikan vokasi. Dalam rangka peningkatan angka partisipasi kasar pendidikan yang saat ini berkisar sekitar 36 persen lebih (sumber: slide belmawa.ristekdikti), pendidikan vokasi menjadi terobosan untuk mendorong pemenuhan rasio kebutuhan pendidikan.

Terakhir sekali lagi saya ucapkan selamat kepada saudara-saudara, selamat berjuang selamat bekerja. Teriring doa, semoga sukses dan salam sehat selalu…… Amiin Ya Rabbal Alamiin…

 Waalaikumusalam Wr. Wb.


Edy Siswanto

(Ketua Umum PP IGVIM)




Tuesday, November 24, 2020

DEKLARASI IKATAN GURU VOKASI INDONESIA MAJU (IGVIM)

 https://igvi.or.id/2020/11/24/deklarasi-ikatan-guru-vokasi-indonesia-igvi/



DEKLARASI
IKATAN GURU VOKASI INDONESIA MAJU (IGVIM)

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan berserikat dan berkumpul adalah hak setiap warga negara. Dan, atas berkat rahmat Allah, Tuhan Yang Maha Esa serta didorong oleh keinginan luhur untuk berpartisipasi aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, maka guru pendidikan vokasi Indonesia menyatakan dengan ini untuk berhimpun dalam satu organisasi, yaitu Ikatan Guru Vokasi Indonesia Maju (IGVIM).

Bahwa IGVIM sebagai organisasi independen, otonom dalam berhimpun dan berserikat memperjuangkan visi yang berlandaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar Tahun 1945. IGVIM menyatakan dengan ini, untuk turut berpartisipasi aktif, bekerjasama dengan semua pemangku kepentingan dalam membangun peradaban bangsa Indonesia yang berketuhanan Yang Maha Esa, bermoral, beretika, cerdas, mandiri di bidang pendidikan vokasi, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan.

IGVIM yang merupakan tenaga pendidik vokasi yang profesional, menyadari adanya tantangan zaman yang makin kompleks dihadapi guru terkait kompetensinya, permasalahan dihadapi peserta didik dalam menyongsong masa depannya, dan Kondisi Industri, Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA) yang menuntut penguasaan teknologi, keterampilan dan ilmu pengetahuan baru.

IGVIM menyadari makna strategis jatidiri dan sikap, profesi, keahlian dan keterampilan turut menentukan terwujudnya Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian. Adalah suatu keniscayaan bila IGVIM turut serta secara profesional dalam melahirkan insan muda yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, bernalar kritis, kreatif, mandiri, bergotong royong, dan berkebhinekaan global.

Kemudian, guna mencapai cita-cita luhur IGVIM, maka disusunlah suatu pedoman dalam bentuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Serta Program Kerja. Yang merupakan tata aturan dan rencana Organisasi. Serta Pakta Integritas untuk komitmen aktif sebagai pengurus IGVIM.

                                                                                                Jakarta, 23 Nopember 2020

Ketua Umum

         Sekretaris Jenderal

 

  

Edy Siswanto, S.Pd., M.Pd.

 

 

    

          Hernowo Subiantoro, S.Pd.

        

 https://igvi.or.id/2020/11/24/deklarasi-ikatan-guru-vokasi-indonesia-igvi/






Tuesday, October 27, 2020

Pemuda, Agama dan Teknologi, Sebuah Renungan Hari Sumpah Pemuda 2020


Pemuda Bersatu, Bangkit Indonesia. Bagaimana relevansi dan memaknai Sumpah Pemuda, era new? Hari ini tanggal 28 Oktober 2020, diperingati sebagai Sumpah Pemuda yang ke-92.  Pernyataan para pemuda dalam kongres II tanggal 28 Oktober 1928 saat itu, dipertanyakan relevansinya sekarang, bagaimana memaknainya. Hanya sekedar pernyataan biasa atau benar "Sumpah" dalam arti sesungguhnya. Karena disebutkan dalam banyak dokumen tidak ada kata "Sumpah Pemuda" yang ada hanya "Poetoesan Coengres". namun sampai sekarnag orang menyebutkan sebagai Sumpah Pemuda. Disini ada dua kata, Sumpah dan Pemuda.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), "Sumpah" adalah kata yang diucapkan secara resmi dengan bersaksi kepada Tuhan atau kepada sesuatu yang dianggap suci (untuk menguatkan kebenaran dan kesungguhannya dan sebagainya). Pernyataan disertai tekad melakukan sesuatu untuk menguatkan kebenarannya atau berani menderita sesuatu kalau pernyataan itu tidak benar. Sebagai janji atau ikrar yang teguh (akan menunaikan sesuatu). Ini mempunyai konsekwensi logis dan berdampak luar biasa.

Selain pernyataan komitmen, Sumpah Pemuda yang kita ketahui dari guru sejarah sebagai "tonggak sejarah dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia". Disinilah dimulai perjuangan untuk bebas dari penjajah, sekaligus awal pergerakan organsiasi pemuda, setelah sebelumnya ada Boedi Oetomo tahun 1908.  

Pemuda, mengandung arti usia muda, atau semangat dan jiwa muda. Dalam tataran usia, saat ini terjadi pergeseran penggolongan usia. Sebagian melihat usia muda kurang dari 50 tahun. Namun Organisasi Kesehatan Dunia WHO, menetapkan sebuah kriteria baru yang membagi kehidupan manusia ke dalam 5 kelompok usia.

whatsapp-image-2020-10-28-at-08-01-04-5f98ca28d541df72584ebdb3.jpeg
Pertama usia, 0 sampai 17 tahun, kategori anak-anak di bawah umur. Kedua, usia 18  sampai 65 tahun, kategori pemuda. Ketiga, usia 66 sampai 79 tahun, kategori setengah baya. Keempat, usia 80  sampai 99 tahun, kategori orang tua. Kelima, usia 100 tahun ke atas, kategori orang tua berusia Panjang Jadi, jangan lagi menggolongkan seseorang yang berusia 70 tahun ke dalam orang tua, karena standar baru dunia kini usia 65 tahun, masih masuk kategori usia muda atau "pemuda".

Kembali kepada Sumpah Pemuda. Yang berisi : 

Pertama, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Ketiga, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Banyak kalangan menilai perlu reorientasi makna Sumpah Pemuda dalam era new. Apakah masih relevan atau tidak. Karena sejak pertama kali dibacakan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 atau tepatnya 92 tahun lalu. Maknanya perlu digeser dalam era kekinian yang sesuai perkembangan zaman.

Dengan semangat "Nasionalisme" Sumpah Pemuda, para pemuda pada saat itu disebut "Radikal" oleh penjajah. Namun saat itu belum dikenal istilah Radikal. Dikarenakan Oleh penjajah bisa mengancam kelangsungan kekuasaan penjajahannya pada saat itu.

Yang perlu direorientasi makna Sumpah Pemuda sebenarnya pada perjuangan para pejuang pemuda saat itu. Sebagian pejuang terdahulu, hanya sekedar berjuang melawan penjajah, karena tidak ingin terjajah, dan wilayah Indonesia jatuh ke tangan penjajah.

Namun sebagian pemuda dan tokoh muslim sebaliknya. Selain mempertahankan wilayahnya, ada tokoh seperti Pangeran Diponegoro, M. Natsir, Agus Salim, Bagus Hadikusumio, Kasman Singodimedjo menganggap bahwa kebenaran lebih mereka cintai dalam membela bangsa dengan menegakkan nilai-nilai Islam.

Mereka adalah pejuang yang ikhlas dalam membelanya negaranya sekaligus mempertahankan nilai dan semangat keislamannya. Jadi tak sekedar semangat nasionalisme daerah, wilayah, kesukuan saja namun ada semangat islam inilah yang jauh "menggelora" sehingga bisa terbebas dari penjajah. Mereka hakekatnya tahu apa itu perjuangan, yaitu dalam rangka berjuang memperjuangakan aqidah Islamiyah. Ini yang perlu dipahami, dicermati pemuda sekarang.

whatsapp-image-2020-10-22-at-19-57-09-5f98ca358ede484b006c0ee3.jpeg
whatsapp-image-2020-10-22-at-19-57-09-5f98ca358ede484b006c0ee3.jpeg
Kenyataan di atas perlu ada perimbangan sejarah, disampaikan sesuai proporsinya kepada generasi muda penerus, pemuda harapan bangsa. Tidak cukup hanya mempertahankan, berjuang untuk negaranya. Namun tak ketinggalan dan jauh lebih mulia adalah berjuang menegakkan kebenaran agama dengan menjaga akidah-Nya. Karena ini sesungguhnya ikatan mulia yang tak lekang oleh waktu dan kepentingan sesaat.

Tak dipungkiri saat itu pemuda memiliki andil yang sangat besar dalam sejarah kebangkitan.  Bahkan bisa dikatakan bahwa maju mundurnya sebuah bangsa ditentukan oleh kualitas para pemudanya. Kenyataan pemudalah banyak mewarnai dan merubah dunia.

Pemuda hari ini adalah para pemain utama di masa mendatang. Merekalah yang sepuluh, dua puluh tahun lagi akan mengganti estafet kepememimpin. Pemuda sebagai pondasi utama negara yang menopang masa depan bangsa. Jika pemudanya cerdas dan berakhlak mulia maka kemajuan bangsa itu akan maju dan sejahtera. Namun sebaliknya, jika pemudanya bodoh, pemalas dan perilaku buruk lainnya, mudah "terkontaminasi" budaya hedonis, menyebabkan lupa perjuangan, bisa dipastikan masa depan bangsa tinggal menunggu kehancurannya.

Dalam konteks kekinian, dimana internet menjadi "kebutuhan utama" tak ada jarak dan sekat antarnegara, ahlak mulia generasi muda menjadi utama sebagai benteng moral penjaga bangsa.

Sumpah Pemuda, yang selalu kita peringati setiap tanggal 28 Oktober, hendaknya dipahami  pentingnya peran pemuda, bahwa ternyata ada "Sumpah" yang jauh lebih mulia, tidak hanya terbatas pada kesetiaan kepada suku, wilayah, agama, ras dan bangsa. Namun bagaimana sumpah setia kepada sebuah kebenaran yang serba Maha. Sumpah kesetiaan untuk menjaga agama-Nya. 

Melihat generasi terdahulu, kita masih sangat jauh. Kita perlu banyak belajar pada mereka,  menjadi ibrah bahwa peran pemuda sangatlah penting. Bahkan sampai Allah akan menanyakan khusus dipakai untuk apa usia muda anda? Dan ini tentunya akan kita jawab suatu saat nanti.

Ketika Soekarno berkata "berikan kepadaku sepuluh orang pemuda, aku akan goncangkan dunia", tentunya beberapa abad lalu, generasi muda sudah menggoncangkan dunia. 

Saat ini terjadi kemunduran genersi (usia) pada pemuda-pemuda Islam. Dahulu para pemimpin dunia adalah anak-anak muda usia. Lihat saja pemuda hasil gemblengean Rasullullah Muhammad SAW,  seperti Ali bin Abi Thalib, Umar bin Abdul Aziz, dll. Bahkan Ibnu Hajar Al Asqalani, ahli-ahli hadits dan ilmu, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, sebagai ahli politik, Imam Hasan Al Banna Rahimahullah adalah sederet tokoh-tokoh yang sudah berkibar diusia muda, bahkan sangat muda. Tentunya kita merasa sangat jauh sekali jika dibandingkan dengan mereka, generasi salafus shalih.

Kelak akan muncul Alfatih baru sebagai pembebas negeri dari penjajahan dan hegemoni kapitalis barat kelak. Setelah sebelumnya ada Alfatih yang menaklukan Konstantinopel.

Rasul bersabda : "bahwa pemuda yang taat beribadah kepada Allah, salah satu golongan yang dinaungi dihari kiamat". Inilah hendaknya yang menjadi acauan sebagai "Sumpah Pemuda" sekarang. Sumpah yang melebihi "Sumpah Pemuda" yang lalu. "Sumpah" kepada kalimat tauhid yang selalu berada diatas segalanya. Itulah sesungguhnya yang dapat mengembalikan kejayaan kita kepada generasi emas Islam. Generasi pemuda pengukir tinta sejarah. Yang sudah diakui dunia. 

Oleh karena itu, sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya. 

Dalam kontek Pendidikan Vokasi, siswa SMK sebagai bagian yang akan menuju sebagai pemuda, seringkali rawan apabila salah bimbingan. apabila tidak dibekali Minsedt perilaku yang kuat dan amanah. Ini yang dalam bahasa agama pemuda dibekali dengan ilmu dan akidah yang kuat. Keliru dalam pencarian jati diri yang terjadi pribadi pemuda yang miskin ide, kosong akidah, pada akhirnya lemah dan buta terhadap situasi dan kondisi yang membutuhkan pertimbangan dan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Namun dibutuhkan kearifan manusia dalam penentu pengguna teknologi modern. 

"Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk." (Al-Kahfi: 13). 

Beranjak dari sini, sesungguhnya banyak tanggung jawab dan kewajiban seorang pemuda, dan semakin berat amanat yang terpikul di pundak kalian hai para pemuda. Kalian harus berpikir panjang, banyak beramal, bijak dalam menentukan sikap, maju untuk menjadi penyelamat, dan hendaklah kalian mampu menunaikan hak-hak umat ini dengan sempurna.

Mari kita resapi, dalami setiap peringatan "Sumpah Pemuda" bukan sekedar nilai-nilainya sakralnya saja. Mengingat para pendahulu saja. Namun selalu mengingatkan pemuda untuk meningkatkan kemampuannya dan kompetensinya hadapi perkembangan kemajuan teknologi yang semakin cepat. Kuasai banyak hal, baik hard skill, maupun soft skillnya, kemampuan pembelajaran abad 21 dan terpenting adalah etika, karakter yang dalam bahasa agama disebut ahlak. Wallahu alam bi ashowab.. 



@mitraigvi
@mitrasdudi
@kamivokasi
@direktoratsmk
@diktivokasi
@kursuskita
#MitrasIGVI
#MitrasDUDI
#MitraVokasi
#VokasiKuat
#Menguatkan Indonesia

SUSUNAN PENGURUS PUSAT (PP PPVI-IGVIM) PERIODE TAHUN 2021-2026 PERUBAHAN I

SURAT KEPUTUSAN RESMI (SK PP PPVI-IGVIM) PERIODE  TAHUN 2021-2026 PERUBAHAN I SILAHKAN DOWNLOAD DISINI : SURAT KEPUTUSAN KETUA UMUM PENGURU...